Update Pembacokan Pelajar di Kawasan Stadion Kridosono Jogja: Polisi Tangkap Sosok "Tian" yang Sembunyikan Tersangka ke Cilacap Ternyata Residivis
JOGJA - Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan seorang pria berinisial SRDS alias Tian, yang diduga kuat menjadi fasilitator pelarian para tersangka kasus pembacokan di depan SMAN 3 Yogyakarta atau kawasan Stadion Kridosono yang menewaskan seorang pelajar.
Tian yang diketahui merupakan anggota alumni geng 'Voster' ini ditangkap di sebuah gang di kawasan Kepuh Klitren, Gondokusuman, tepatnya di depan Empire XXI. Penangkapan ini menjadi titik terang baru dari pengejaran empat orang yang telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa Tian berperan penting dalam menghubungkan para tersangka dengan jaringan di luar daerah saat melarikan diri ke Cilacap, Jawa Tengah.
"Untuk perkembangan kasus yang di depan SMA Negeri 3, kemarin pernah saya sampaikan bahwa DPO yang sudah kita pertahankan sebagai DPO ada sekitar 4 orang. Dan Alhamdulillah kemarin 2 hari yang lalu kita telah melakukan penangkapan terhadap orang yang melakukan fasilitas membawa kabur para tersangka ke Cilacap dengan inisial SRDS atau alias Tian kita dapati di salah satu rumah yang mana rumah itu rumah kawan dari Tian ini," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Dalam pelariannya, Tian dikenal sangat licin. Sejak peristiwa berdarah itu terjadi hingga akhirnya diringkus petugas, pria kelahiran tahun 2007 yang statusnya sudah dewasa dan berkeluarga ini tidak pernah sekalipun pulang ke rumahnya.
"Rupanya Tian ini setiap 3 hari berpindah-pindah tempat tinggal. Waktu saat kita melakukan penangkapan itu si Tian ini baru 3 hari di rumah kawannya itu memang dia ini setiap 3 hari pindah-pindah untuk mengelabuhi petugas. Dan memang dari awal kejadian sampai kemarin tertangkap yang bersangkutan memang tidak pernah pulang kerumahnya," beber Adrian.
Jadi Penghubung Jaringan Geng
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lanjut Adrian, tiga tersangka yang sebelumnya sudah diamankan polisi ternyata tidak saling mengenal dengan pihak yang menampung mereka di Cilacap. Tian menjadi satu-satunya jembatan dan otak di balik rute pelarian tersebut karena pernah bertemu langsung dengan jaringan Cilacap saat mereka berkunjung ke wilayah Yogyakarta.
"Memang peran dari yang bersangkutan ini memang para tersangka 3 orang yang kita tangkap di awal itu tidak mengenali orang yang ada di Cilacap, penghubungnya itu si Tian. Memang kalau menurut pengakuan si Tian mereka salah satu dari orang yang di Cilacap itu pernah ke Jogja, pernah main-main ke Jogja, pernah ketemu sama Tian. Sehingga itu yang mereka saling kenalnya disitu pernah kopdar bareng, kopi darat bareng," jelasnya.
Selain mengamankan Tian, pihak kepolisian juga telah menyita satu unit mobil yang digunakan sebagai armada untuk membawa kabur para pelaku ke luar provinsi.
"Untuk fasilitas mobil juga kita sudah melakukan penyitaan itu, mobil sewa," imbuhnya.
Residivis Kejahatan Jalanan
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa Tian bukanlah wajah baru dalam dunia kriminalitas di Yogyakarta. Ia tercatat sebagai residivis yang pernah terlibat dalam kasus kejahatan jalanan serupa dan sempat mendapatkan penyelesaian melalui jalur Restorative Justice (RJ) pada bulan lalu. Namun, ia justru kembali melakukan tindak pidana.
"Si Tian ini juga beberapa kali juga sudah inkrah di pengadilan kemarin juga sempat bulan yang lalu melakukan hal yang sama tapi dia turut membantu, tapi dia waktu saat itu diselesaikan secara RJ, namun dia melakukan lagi perbuatan ini dia memang residivis kasus kejahatan kejahatan jalanan itu alumni geng voster," ungkap Adrian.
Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman intensif untuk mengetahui asal-usul uang yang digunakan kelompok ini untuk menyewa mobil dan membiayai operasional pelarian mereka ke Cilacap. Polisi tengah menyelidiki kemungkinan adanya donatur atau penyokong dana di balik aksi tersebut.
"Nah ini yang lagi kita dalami, siapakah yang membiayai atau mereka solidaritas sesama mereka mengumpulkan uang ini lagi kita dalami," pungkas Adrian.
Sebelumnya, kasus tawuran maut yang menewaskan AA (17) terjadi di kawasan Kridosono, Kota Yogyakarta. Korban meninggal dunia setelah dibacok menggunakan celurit oleh anggota geng Vozter usai terlibat bentrokan antarkelompok pelajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung