Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 JUNI 2026 • 17:00 WIB

Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha: Pimpinan Jadi Otak Komando Pengikatan Anak Ternyata Sudah Jadi "Tradisi"

Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha: Pimpinan Jadi Otak Komando Pengikatan Anak Ternyata Sudah Jadi TradisiPara tersangka kasus daycare Little Aresha saat tiba di lokasi gelar perkara TKP. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Misteri di balik kasus kekerasan anak yang terjadi di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta akhirnya menemukan titik terang yang menyayat hati. Polresta Yogyakarta bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati DIY menggelar rekonstruksi perkara pada Selasa (9/6/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka memperagakan total 23 adegan yang berkembang dari 17 adegan awal ditambah 6 adegan pendalaman. Rekonstruksi ini memperjelas peran masing-masing tersangka dalam lingkaran kekerasan terstruktur tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menegaskan bahwa seluruh tindakan kekerasan di dalam daycare didasari oleh niat sengaja yang terorganisir. Hasilnya, tindakan kejam berupa pengikatan anak-anak yang menitipkan diri di tempat tersebut ternyata bukan aksi spontan, melainkan sebuah "tradisi" turun-temurun yang dikomandoi langsung oleh Ketua Yayasan.

"Tadi dari hasil rekonstruksi tadi sudah terlihat jelas bahwa niatan dari para tersangka memang itu sudah disengaja dan memang sudah ada instruksi dari ketua yayasan sendiri," ujar Adrian kepada wartawan usai rekonstruksi.

Saat proses gelar perkara, JPU sempat mencecar para tersangka mengenai keberadaan perintah langsung atau komando dari atasan. Salah satu tersangka akhirnya bernyanyi dan membenarkan bahwa instruksi pengikatan balita tersebut berasal dari Ketua Yayasan.

"Udah kalau mereka nanti lari-larian atau mereka sulit untuk dilakukan kayak dimandiin, diikat aja'. Itu tadi salah satu tersangka menyampaikan itu," ungkap Adrian.

Tradisi Turun-Temurun dipantau Setiap Hari

​Mirisnya, keterlibatan Ketua Yayasan disebut telah terjadi sejak awal proses penerimaan anak di lokasi. Polisi mengonfirmasi bahwa tindakan mengikat anak ini telah diwariskan dari pengasuh ke pengasuh sebagai sebuah kebiasaan baku di Daycare Little Aresha.

"Tadi memang terlihat bahwa Ketua Yayasan itu dari awal dia juga berperan menjemput anak di pagar untuk mengantarkan ke dalam untuk diberikan kepada para pengasuh yang ada di setiap ruangan-ruangan itu. Jadi ini memang karena sudah lama. Ini dari turun temurun, dari pengasuh ke pengasuh. Itu juga sudah menjadi kebiasaan di sini," beber Adrian.

Meski dalam adegan rekonstruksi Ketua Yayasan tidak turun tangan langsung melakukan eksekusi fisik atau mengikat korban, posisinya sebagai pemegang komando tertinggi membuatnya tidak bisa lari dari jerat hukum.

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Little Aresha Berlangsung Selama 3,5 Jam : Dari 17 Jadi 23 Adegan, Terungkap Perintah Ketua Yayasan: "Ikat Saja"

Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha: Pimpinan Jadi Otak Komando Pengikatan Anak Ternyata Sudah Jadi TradisiTersangka 1, Ketua Yayasan Daycare Little Aresha. (Olivia Rianjani)

Adrian pun menilai, sangkalan apa pun dari pihak Ketua Yayasan sangat tidak masuk akal mengingat posisinya yang selalu ada di lokasi setiap hari untuk memantau kegiatan.

"Kalau dari hasil adegan tadi tidak (eksekusi) namun hanya memerintahkan. Tapi kan sebenarnya gini. Kalau emang dia mau mengelak perihal masalah itu, masalahnya kan dia tiap hari juga di sini ya. Dia memiliki tugas dan kewajiban, memiliki kewenangan di sini, dia melihat langsung. Kalau dia tidak mengikat, kenapa tidak ada melarang. Karena semua pertanggungjawaban daycare ini semua ada di dia gitu," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha: Pimpinan Jadi Otak Komando Pengikatan Anak Ternyata Sudah Jadi "Tradisi"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!