JOGJA - Festival dan perayaan dakwah tahunan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Padhang Bulan Fest 2026, dipastikan kembali menyapa masyarakat pada 18 hingga 21 September 2026 mendatang. Event yang menginjak tahun ke-4 penyelenggaraannya ini mengusung konsep kolaborasi antar-lembaga keagamaan dan komunitas dakwah se-Yogyakarta.
Rangkaian acara tahun ini dibagi menjadi dua agenda utama, yakni Safari Dakwah di berbagai titik wilayah serta puncak Festival selama dua hari di Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu (19/9/2026) dan Ahad (20/9/2026).
Ketua Panitia Padhang Bulan Fest 2026, Muhammad Akhid Subianto, menyampaikan bahwa event ini merupakan ruang kolaborasi untuk saling menguatkan antar-gerakan dakwah di Yogyakarta. Untuk menyukseskan acara ini, panitia menerjunkan sekitar 500 personel.
"Acara ini sudah tahun ke-4. Ini masih sama dengan tahun kemarin, ada safari para asadid dan juga ada festival di Jogja Expo Center. Kegiatan yang akan berlangsung pada bulan September, insya Allah akan dimulai dari tanggal 18 September dan berakhir pada tanggal 21 September. Akan menjadi dua bagian, safari para astadiz dan festival. Festival dua hari, pada hari Sabtu tanggal 19 September sampai hari Ahad tanggal 20 September," ujarnya dalam konferensi pers di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, pada Selasa (22/7/2026).
Akhid menjelaskan, event ini ditargetkan menjadi wadah pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat dan penggerak dakwah. Disebutnya, untuk panitia di tahun ini sekitar kurang lebih 500 orang, dibandingkan tahun kemarin hampir seribu orang.
"Harapannya kita mengaktifkan dengan 500 orang ini supaya bisa menyelesaikan tugas-tugas yang akan kita jalankan dalam menyukseskan acara event tahun ini, karena event ini merupakan event yang kita nantikan setiap tahun dan dakwah ini juga harus dikuatkan dengan kolaborasi, karena kalau sendiri-sendiri kita butuh saling menguatkan, jadi memang event ini menjadi event yang terbesar," katanya.
Safari ke Berbagai Titik
Sementara itu, Tim Marketing Padhang Bulan Fest 2026, Ale, mengungkapkan bahwa acara di JEC dipastikan bakal berlangsung lebih meriah. Event tahunan ini meleburkan berbagai entitas dakwah Yogyakarta seperti Masjid Jogokariyan, Teras Da'wah, hingga Baitul Maal Merapi Merbabu di bawah satu naungan narasi.
Untuk Safari Dakwah, lokasi yang disasar meliput Jogja bagian utara di Jalan Kaliurang (Masjid UII), Muntilan, perbatasan Magelang-Boyolali (Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu), Karanganyar, Solo, hingga Masjid Jogokariyan, sebelum akhirnya ditutup di JEC.
Beberapa nama besar dipastikan hadir mengisi rangkaian acara, mulai dari tokoh nasional hingga pendakwah populer lintas generasi.
"Untuk pengisi acaranya kurang lebih sudah kita spill beberapa yang ada di sosmed kita. Tapi disini saya akan kasih bocoran spill-spill sedikit aja akan ada dua tamu akbar kita nanti yang akan hadir yang pertama, ada tiga lah dari kalangan Gen Z dari kalangan milenial ke atas. Yang pertama ada Gus Kausar Insya Allah akan hadir bersama kita. Lalu kedua ada Anies Baswedan akan juga hadir bersama kita. Dan dari kalangan Gen Z ada Ustaz Agam Fachrul yang akan bergabung bersama kita. Dan masih banyak pembicara-pembicara lainnya ada banyak," tutur Ale.
Tiket Masuk Masuk Rp 11 Ribu Hingga Event Ramah Anak
Terkait tiket masuk area JEC yang beroperasi dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB selama dua hari, panitia menetapkan penyesuaian tarif dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 11.000 per orang.
Untuk informasi di JEC karena kita padatnya nanti di JEC dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam selama 2 hari dan itu melibatkan dari teman-teman UMKM yang ada di sini tiketnya hanya tahun ini tahun lalu tiketnya hanya Rp 10.000 tahun ini kita naik mohon maaf, tapi naiknya hanya RP 1.000 yakni jadi Rp11.000," imbuh Ale.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung