Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 14:55 WIB

Wacana Kopdes Jadi Penyalur Barang Subsidi, Menkeu Purbaya : Bisa Untung Kalo Nggak Korupsi

Wacana Kopdes Jadi Penyalur Barang Subsidi, Menkeu Purbaya : Bisa Untung Kalo Nggak KorupsiMenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat ditemui di kawasan Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, meluruskan informasi terkait skema anggaran program pembiayaan koperasi di Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa program tersebut merupakan megaproyek jangka panjang dengan nilai yang sangat fantastis, bukan sekadar ratusan miliar rupiah.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka acara Pasar Rakyat UMi 2026 di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Purbaya secara tegas membantah pernyataan yang menyebut anggaran koperasi hanya berkisar di angka Rp 300 miliar yang diambil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Anda mendengarnya sepenggal-sepenggal, ini kan program besar senilai (yang benar) Rp140 triliun selama 6 tahun," ujar Purbaya meluruskan pertanyaan wartawan.

Baca juga: Sebut Masih Fokus Program MBG, Menkeu Purbaya Belum Akan Audit Dugaan Markup Mobil Kopdes Rp 5,5 Triliun

Purbaya menjelaskan mekanisme pendanaan dari program raksasa ini. Sumber dana awal akan disokong oleh perbankan pelat merah, namun pemerintah yang akan bertanggung jawab penuh atas pengembaliannya.

"Program tersebut akan didanai melalui pinjaman Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), tapi saya (Pemerintah) yang akan mencicil pokok dan bunganya selama enam tahun ke depan mungkin sekitar Rp 40 triliun sesuai dengan jumlah koperasi yang beroperasi," jelasnya.

Purbaya menjamin bahwa aspek finansial dari program ini sudah sangat solid dan tidak lagi menyisakan persoalan. Fokus pemerintah saat ini telah bergeser pada tata kelola di lapangan agar dana jumbo tersebut tepat sasaran.

"Jadi, untuk masalah pendanaan sebenarnya sudah tidak ada isu lagi. Hanya yang paling penting saat ini adalah pelaksanaannya harus lebih rapi, bersih, dan meminimalkan kebocoran. Itu yang dipentingkan ke depan," tegas Purbaya.

Mengenai kecukupan anggaran tersebut untuk membiayai Koperasi Desa (Kopdes), ia menjawab dengan optimis.

"Cukup," katanya singkat.

Subsidi Tenaga Kerja dan Distribusi Satu Pintu

Lanjut Purbaya menambahkan bahwa dalam implementasinya, pemerintah juga memberikan kelonggaran berupa subsidi tenaga kerja pada tahap awal operasional koperasi. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.

"Ada sedikit tambahan kepegawaian dimana dua tahun pertama dibiayai negara, satu setengah tahun pertama. Setelah masa pelatihan selesai, mereka harus bisa mandiri," imbuh Purbaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wacana Kopdes Jadi Penyalur Barang Subsidi, Menkeu Purbaya : Bisa Untung Kalo Nggak Korupsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!