Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 JULI 2026 • 12:10 WIB

Persiapan Haji 2027, Kemenhaj DIY Minta PIHK Perkuat Simulasi Aplikasi Haji Digital: Jemaah Jangan Gagap Teknologi!

Persiapan Haji 2027, Kemenhaj DIY Minta PIHK Perkuat Simulasi Aplikasi Haji Digital: Jemaah Jangan Gagap Teknologi!Gelaran manasik haji khusus DIY. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pelaksanaan ibadah haji di masa depan dipastikan bakal semakin lekat dengan ekosistem digital. Menyikapi hal tersebut, Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti, meminta para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk memperkuat simulasi penggunaan aplikasi digital dalam materi manasik.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Manasik Haji Perdana Keberangkatan Tahun 2027 yang digelar oleh PT Nur Ramadhan Internasional di Hotel Alana, Kabupaten Sleman, DIY, Minggu (12/7/2026).

Menurut Silvia, langkah strategis ini sejalan dengan arahan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mendorong optimalisasi pemanfaatan digitalisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Mengingat tidak semua jemaah haji langsung familier dengan sistem digital, maka simulasi penggunaan aplikasi atau perangkat digital penunjang haji perlu diperkuat dalam manasik, di samping pendalaman materi ibadah lainnya," ujar Silvia.

Apresiasi Rekam Jejak PIHK di Yogyakarta

Silvia menegaskan pentingnya kepatuhan PIHK terhadap regulasi yang berlaku. Berdasarkan catatannya sejak menangani urusan haji pada 2013, Kemenhaj DIY menilai rekam jejak travel haji khusus di wilayah Yogyakarta, termasuk PT Nur Ramadhan Internasional, sejauh ini berjalan dengan sangat baik tanpa ada laporan negatif.

"Ya, untuk program haji khusus untuk saat ini, memang untuk pelayanan terkait semuanya, khususnya untuk PT Nur Ramadhan ini, dan umumnya dari PIHK yang ada di Jogja, itu pelaksanaannya berjalan baik dan lancar. Penyelenggaraannya juga alhamdulillah mereka sesuai protap semuanya dan mengikuti regulasi yang ada," ungkapnya.

Baca juga: Imbas Dugaan Keracunan Massal Acara Pamitan Haji di Mlati Sleman, Warga Minta Pihak Catering diberi Hukuman 10 Tahun

Namun, Silvia memberikan catatan kritis terkait aspek finansial jemaah. Menilik data Komisi VIII DPR RI, sekitar 40 persen jemaah di regional Yogyakarta sempat terkendala pelunasan pada tahun lalu. Ia pun mendesak pihak perbankan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk lebih aktif mengedukasi jemaah sejak dini melalui skema tabungan yang matang.

"Jangan hanya mengejar target pendaftaran sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan matang-matang bagaimana sistem pelunasannya nanti. Program menabung ini bisa dilakukan secara paralel sejak awal mendaftar, misalnya dengan program tabungan dolar atau skema mitigasi kenaikan kurs," jelas Silvia.

Tantangan Kenaikan Avtur

Merespons arahan tersebut, Direktur Utama PT Nur Ramadhan Internasional, Mifdhol Abdurrahman, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal 465 jemaah haji khusus yang akan berangkat pada tahun 2027. Pendampingan intensif akan diberikan, mulai dari aspek ibadah, kesehatan, hingga edukasi finansial.

Mifdhol menjelaskan bahwa manasik yang digelar kali ini merupakan tahapan awal dari rangkaian persiapan panjang.

"Kami sudah menghitung tata waktu keberangkatan. Misalnya di bulan April 2027 nanti kami akan melakukan pertemuan manasik selama 10 sampai 11 kali. Jadi manasik hari ini merupakan manasik perdana," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Persiapan Haji 2027, Kemenhaj DIY Minta PIHK Perkuat Simulasi Aplikasi Haji Digital: Jemaah Jangan Gagap Teknologi!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!