Suasana calon penumpang KA Bandara di Stasiun Yogyakarta. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Tren penggunaan transportasi publik menuju Yogyakarta International Airport (YIA) terus menunjukkan grafik positif. PT Railink (KAI Bandara) melaporkan telah melayani sebanyak 1.343.663 penumpang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.
Dari total 1,3 juta lebih penumpang tersebut, layanan KA Bandara YIA Reguler mendominasi dengan mengangkut 908.898 orang. Sementara itu, layanan KA Bandara YIA Xpress yang menawarkan waktu tempuh lebih singkat mencatatkan keterisian sebanyak 434.765 penumpang.
Berdasarkan data manajemen KAI Bandara, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, ketertarikan masyarakat terhadap KA Bandara YIA Reguler mengalami lonjakan sebesar 5,05 persen. Angka ini merangkak naik dari 865.187 penumpang pada Semester I 2025 menjadi 908.898 penumpang di paruh pertama tahun ini.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menilai bahwa pertumbuhan angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu semakin menebal.
"Kami terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun wisatawan di Yogyakarta. Peningkatan jumlah pelanggan pada layanan KA Bandara YIA Reguler menjadi indikator bahwa masyarakat semakin memilih kereta api sebagai moda transportasi menuju bandara maupun pusat Kota Yogyakarta," ujar Porwanto dalam keterangan resminya, pada Selasa (7/7/2026).
Baca juga: CEO Angkasa Pura Sambangi Sultan HB X Minta Dukungan Open Sky Jogja di YIA
Ia menyebut, kehadiran KAI Bandara juga dinilai strategis dalam mendongkrak sektor pariwisata dan roda perekonomian lokal. Terlebih, adanya dukungan skema Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah pada armada KA Bandara YIA Reguler membuat tarifnya kian terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
"Ke depan, kami terus mengoptimalkan operasional dan memperkuat layanan berbasis digital demi mempermudah mobilitas pelanggan," ucap Porwanto.
Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, KAI Bandara kembali mengimbau para penumpang untuk selalu waspada terhadap barang bawaan mereka. Namun, jika ada barang yang tertinggal, masyarakat tidak perlu panik karena perusahaan telah menyediakan fasilitas lost and found di area stasiun.
"Kami kembali minta para penumpang memanajemen waktu keberangkatan dengan baik setidaknya sudah tiba di bandara minimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk penerbangan internasional, dan 2 jam sebelum jadwal untuk penerbangan domestik," pungkas Porwanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis