JOGJA - Sebanyak 324 jamaah haji khusus diberangkatkan oleh PT Nur Ramadhan Internasional pada musim haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, 143 jamaah berangkat melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada Selasa (5/5/2026) siang.
Direktur Operasional PT Nur Ramadhan Internasional, Ustaz Hamzah Kuwat Prasetya, menjelaskan bahwa jamaah haji khusus merupakan peserta yang mendaftar melalui PIHK dengan masa tunggu lebih singkat dibanding haji reguler.
"Program haji khusus ini memiliki daftar tunggu sekitar 6 - 7 tahun, lebih cepat dibandingkan haji reguler," ujarnya kepada wartawan dilokasi.
Ia menjelaskan, para jamaah mendapatkan fasilitas premium mulai dari penerbangan langsung menggunakan Garuda Indonesia, hotel bintang lima di Madinah dan Makkah, hingga maktab VIP di kawasan Mina yang lebih dekat dengan lokasi pelaksanaan ibadah.
"Hotel yang digunakan adalah Anwar Madinah Movenpick di Madinah dan Movenpick Hajar Tower di Makkah, semuanya dekat dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram," katanya.
Menariknya, para jamaah yang diberangkatkan hari ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga dari Pekanbaru, Lubuk Linggau, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, hingga Tarakan. Mereka berkumpul di Jakarta sebelum terbang bersama menggunkana penerbangan Garuda Indonesia menuju Arab Saudi.
Adapun jamaah termuda tahun ini, pihak penyelanggara menyampaikan yakni Kaluna Alifia Nadzifah berusia 17 tahun.
"Para jamaah ini rentang usianya antara 17 hingga 65 tahun," katanya.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara mencatat adanya peningkatan minat signifikan terhadap haji khusus dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat serta semakin panjangnya antrean haji reguler.
"Pendaftar harian sebelumnya sekitar 5 - 7 orang, kini meningkat menjadi sekitar 10 orang per hari, atau naik 50 - 75 persen," jelas Hamzah.
Baca juga: Beda dari yang Lain, Ratusan Jemaah Haji Gunungkidul Kompak Kenakan "Berbau" Budaya
Harga Avtur Naik ditanggung PIHK
Terkait kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya penerbangan, Hamzah menegaskan tidak ada tambahan biaya yang dibebankan kepada jamaah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung