Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 JUNI 2026 • 13:50 WIB

Insiden Ajudan Danrem Jogja di MJM 2026 Sebut Hanya Salah Paham:"BIB Ternyata Terlepas, Sudah Damai"

Insiden Ajudan Danrem Jogja di MJM 2026 Sebut Hanya Salah Paham: BIB Ternyata Terlepas, Sudah DamaiInsiden virsl pada ajang Mandiri Jogja Marathon 2026. (Istimewa)

JOGJA - Buntut beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan insiden pada ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Korem 072/Pamungkas. Kapenrem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menegaskan bahwa peristiwa tersebut hanyalah kesalahpahaman teknis di lapangan.

Dalam keterangan resminya, Mayor Inf Suwito menjelaskan bahwa insiden terjadi antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas. Ia meluruskan bahwa Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, beserta keluarga dan ajudannya sejatinya adalah peserta resmi.

"Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama isteri, satu orang anak, serta satu ajudan, mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum yang dimilikinya dan telah terdaftar secara resmi sebagaimana peserta lainnya," ujarnya, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Lebih dari 10 Ribu Pelari dari 17 Negara Siap Taklukkan Rute Warisan UNESCO Pada Gelaran Mandiri Jogja Marathon 2026 Hari Minggu Besok!

Lebih lanjut, Mayor Inf Suwito mengungkapkan kronologi teknis di lapangan. Menurutnya, ajudan yang mendampingi Danrem sedianya mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta atau BIB. Namun, dalam pelaksanaannya, diduga nomor tersebut terlepas saat berada di lintasan yang padat.

"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," katanya.

Terkait tindak lanjut, Mayor Inf Suwito memastikan bahwa pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi langsung. Pihaknya mengapresiasi kinerja petugas di lapangan.

"Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik. Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik," jelasnya.

Ia pun berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional.

"Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," tandasnya.

​Dalam kesempatan yang sama, ajudan yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaiannya.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersi, namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang dilakukan," ungkap sang ajudan pada video klarifikasinya.

Baca juga: Kisah Bellatrix Gracia: Dari Kampus UGM Hingga Panggung Bergengsi Startup Grind California

"Dengan tulus, saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas dan relawan, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian ini. Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan," sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Insiden Ajudan Danrem Jogja di MJM 2026 Sebut Hanya Salah Paham:"BIB Ternyata Terlepas, Sudah Damai"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!