Kepala Dinas Damkar Kota Yogyakarta, Toukhid. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta tengah memastikan layanan operasional tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran tahun 2026. Langkah efisiensi ketat kini menjadi prioritas utama sebelum nantinya dilakukan penyesuaian pada perubahan anggaran.
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Toukhid, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pengelolaan anggaran agar operasional tetap bertahan hingga penetapan perubahan anggaran dilakukan.
"Di tahun 2026 ini, kami lebih fokus pada pengelolaan anggaran. Hal ini berkaitan dengan kondisi dan situasi yang sedang kita hadapi. Anggaran tersebut kita sesuaikan agar operasional tetap bisa bertahan sampai perubahan anggaran ditetapkan. Memang, di perubahan anggaran nanti, kami mengajukan tambahan dana. Namun, sebelum itu ditetapkan, kami harus memaksimalkan anggaran murni yang ada dalam bahasa Jawa disebut jering-jering (menghemat/mengetatkan penggunaan) terlebih dahulu," ujarnya, dalam jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).
Meski melakukan penghematan, Toukhid menegaskan bahwa layanan darurat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu.
"Kami memastikan anggaran tersebut cukup untuk meng-cover layanan yang sifatnya emergensi, terutama kejadian kebakaran maupun evakuasi penyelamatan yang membahayakan nyawa manusia," katanya.
Terkait kebijakan seleksi layanan yang sempat muncul di masyarakat, Toukhid meluruskan bahwa pihaknya bukan menolak bantuan, melainkan melakukan penyaringan agar sumber daya tetap efisien.
"Terkait layanan yang tidak diprioritaskan atau yang sempat muncul di media mengenai seleksi layanan, kami melakukan penyaringan. Layanan yang kami batasi adalah kegiatan yang sebenarnya masih bisa ditangani sendiri oleh masyarakat, tidak membahayakan jiwa, tidak bersifat emergensi, dan secara teknis memang tidak masuk dalam Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Damkar seperti urusan sosial atau bantuan rumah tangga," jelasnya.
"Terhadap permintaan seperti itu, kami tetap melakukan edukasi dan memberikan arahan kepada masyarakat, jadi bukan berarti kami menolak mentah-mentah, melainkan memberikan solusi melalui edukasi," sambung Toukhid.
Mengenai rencana penambahan anggaran, Toukhid merinci bahwa pihaknya mengajukan tambahan dana sebesar kurang lebih Rp 75 juta. Angka tersebut dirasa cukup signifikan karena mencapai 60 persen dari total anggaran murni yang dimiliki.
"Jika bicara soal angka, sebenarnya tidak terlalu besar. Kami mengajukan tambahan di perubahan anggaran sebesar kurang lebih Rp 75 juta. Jika dipersentasekan terhadap anggaran murni, angka tersebut sekitar 60 persen. Tambahan ini adalah asumsi untuk menutupi kekurangan operasional, terutama terkait harga BBM saat ini, sehingga layanan tetap bisa berjalan dengan aman hingga akhir tahun," ungkapnya.
Selain itu, tantangan berat lainnya adalah pemeliharaan armada. Toukhid mengungkapkan bahwa sebagian besar armada Damkar Kota Yogyakarta sudah berusia lanjut, sehingga memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit.
"Terkait anggaran, memang ada dampak terhadap biaya operasional, khususnya untuk pengurangan anggaran pada pos belanja pemeliharaan. Dari sisi jumlah, armada pemadam kebakaran kami saat ini sebenarnya masih memenuhi standar dengan total 8 unit kendaraan. Namun, yang menjadi catatan kami adalah aspek kondisi kendaraan," tuturnya.
Ia merinci, sebagian armada Damkar Kota Yogyakarta sebagian besar usianya sudah di atas 10 tahun. Kondisi ini tentunya, kata dia, menuntut biaya pemeliharaan yang lebih besar, termasuk untuk rekondisi mesin maupun perbaikan fisik agar kendaraan tetap prima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung