Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya angkat bicara terkait dugaan intimidasi dan pengawasan terselubung yang menimpa mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) 2025, Tyo Ardianto.
Sebelumnya, Tiyo mengaku menemukan sebuah perangkat yang diduga alat pelacak jenis PBX Finder terpasang secara diam-diam di bawah mobilnya. Temuan tersebut diketahui setelah dirinya pulang mengikuti rangkaian aksi massa "Rakyat Memanggil" di kawasan Gejayan, Sleman, DIY.
Hingga saat ini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan perangkat tersebut maupun motif di baliknya. Peristiwa ini pun langsung memicu sorotan publik terkait isu keamanan aktivis dan kebebasan berekspresi.
Merespon hal tersebut, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyatakan bahwa pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari Tiyo Ardianto selaku pihak yang dirugikan. Namun, aparat kepolisian dipastikan sudah bergerak di lapangan untuk memantau situasi.
"Sampai saat ini Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan. Meskipun demikian jajaran kami di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujarnya kepada wartawan dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Ihsan mengimbau Tiyo atau pihak-pihak lain yang merasa dirugikan untuk segera melapor secara resmi ke markas kepolisian. Laporan tersebut dibutuhkan sebagai landasan hukum kuat bagi polisi untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Kami mempersilahkan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," pungkasnya.
Temuan GPS tracker didalam mobil eks Ketua BEM UGM (Istimewa)
Hingga berita ini dinaikkan, dugaan tindakan pengawasan terselubung terhadap mantan orang nomor satu di BEM UGM tersebut masih terus menuai sorotan dan diskusi hangat di ruang publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA