Lokasi kejadian munculnya api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Pemerintah Kalurahan Margomulyo memastikan bahwa fenomena api misterius yang sempat menghebohkan warga di wilayah Kapanewon Seyegan, Sleman, tidak berkaitan dengan kebocoran atau aktivitas gas alam. Kepastian ini diperoleh setelah jajaran terkait menggelar koordinasi bersama pada sore (15/6) di Pemkab Sleman yang juga turut dihadiri oleh Tim Peneliti UGM - UPN, BPBD, hingga Polresta Sleman.
Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, mengatakan bahwa kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil diskusi mendalam yang melibatkan berbagai pihak kompeten.
"Kami mewakili pemangku wilayah Margomulyo khususnya di wilayah kami ini Kapanewon Seyegan dengan adanya peristiwa yang terjadi di wilayah kami, kami otomatis dengan hasil pada sore ini, diskusi dari berbagai pihak menghasilkan bahwa tidak ada hubungannya dengan gas alam," ujarnya.
Baca juga: Satreskrim Polresta Sleman Kini Selidiki Dugaan Unsur Pidana Pada Fenomena Api Seyegan
Terkait situasi di lapangan, Eko menghimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak panik dan dapat menyaring informasi dengan bijak. Ia juga memberikan catatan khusus kepada jajaran media massa maupun pengguna media sosial agar menyampaikan pemberitaan secara proporsional demi menjaga kondusivitas wilayah.
"Tentu saja kami sebagai pemangku wilayah mengkondisikan masyarakat agar bisa memahami. Dan saya minta tolong pada media dan media sosial juga pemberitaan-perberitaan jangan sampai memicu warga kami sehingga menimbulkan hal-hal yang kurang diharapkan di wilayah kami," tegasnya.
Ia juga menyebut, langkah persuasif kini tengah disiapkan oleh pihak kalurahan. Eko menambahkan bahwa pihaknya bersama Penewu Seyegan, bersinergi dengan elemen Jaga Warga serta relawan setempat, akan bergerak memberikan edukasi langsung kepada masyarakat secara bertahap.
"Otomatis, kami bersama Penewu bersama jaga warga, relawan, akan menyampaikan informasi ini dengan pelan-pelan dan mudah-mudahan bisa dipahami oleh masyarakat Margomulyo Kapanewon Seyegan," jelas Eko.
Meski penyebab api dipastikan bukan berasal dari gas alam, pos penjagaan di sekitar lokasi kejadian tidak akan langsung ditarik. Petugas gabungan dipastikan tetap bersiaga di area tersebut demi menghindari potensi gangguan keamanan.
Sehingga, mengenai lanjutan pengamanan di lokasi, Eko menegaskan bahwa pengawasan berkala masih akan diberlakukan.
"Tetap ada (penjagaan) tentu saja untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung