Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 JUNI 2026 • 15:40 WIB

Misteri Kematian Naura Dugaan Korban Malpraktik RSUD Prambanan, Rumah Sakit Diduga Ulur Waktu Rekam Medis, Pengacara Minta Polda DIY Naik Penyidikan

Misteri Kematian Naura Dugaan Korban Malpraktik RSUD Prambanan, Rumah Sakit Diduga Ulur Waktu Rekam Medis, Pengacara Minta Polda DIY Naik PenyidikanSosok anak diduga jadi korban malpraktik RSUD Prambanan pada April 2026. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kuasa hukum keluarga almarhumah Naura Dwi Meydita Putri, Purnomo Susanto, mendesak Polda DIY untuk segera menaikkan status penanganan perkara kematian kliennya dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Pihaknya menilai, alat bukti yang diserahkan sudah memenuhi batas minimal untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat atas kejanggalan dalam penanganan medis sebelum tindakan CT Scan dilakukan.

"Kami mendesak Polda DIY untuk bisa segera melakukan penyelidikan yang lebih mendalam lagi, termasuk segera mengamankan bukti-bukti yang kami sampaikan tadi," ujar Purnomo kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, peningkatan status perkara ke tahap penyidikan sangat krusial demi kelancaran proses hukum ke depan. Disebutnya, jika statusnya sudah penyidikan dan mereka memanggil saksi dari pihak terlapor, payung hukumnya akan jauh lebih mengikat ketimbang masih dalam proses penyelidikan saja.

"Kami berharap, karena ini menurut kami sudah memenuhi minimal dua alat bukti, statusnya bisa segera dinaikkan ke tahap penyidikan. Hal ini penting supaya ada kepastian hukum yang lebih jelas," ucapnya.

Selain itu, terkait dengan tuntutan penonaktifan pihak terlapor dari jabatannya di rumah sakit, Purnomo menyebut hal tersebut sudah menjadi komitmen sejak awal.

"Terkait dengan penonaktifan (pihak terlapor), sebenarnya sudah kami sampaikan. Harapan kita memang seperti itu, agar kemudian perkara ini bisa berjalan lebih profesional dan penjelasannya juga lebih profesional. Harapan kami seperti yang sudah disampaikan dalam press conference tertulis waktu itu," katanya.

Purnomo secara khusus kembali menyoroti tindakan sedasi (pembiusan) yang diberikan kepada Naura sebelum pemeriksaan CT Scan dilakukan. Berdasarkan hasil kajian mandiri dari dokumen yang terbatas berupa hasil pembacaan radiologi dan pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya dugaan kuat kejanggalan dalam penanganan medis tersebut. 

Menurutnya salah satunya adalah catatan radiologi mengenai pemasangan selang Endotracheal Tube (ETT), Nasogastric Tube (NGT), serta Nasotracheal Tube (NTT) pada pukul 12.42 WIB.

"Berdasarkan pendapat ahli yang kami tanyakan, selang ETT (Endotracheal Tube) dan NGT (Nasogastric Tube) termasuk NTT (Nasotracheal Tube) pada dasarnya berfungsi sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien yang mengalami kesulitan bernapas," jelas Purnomo.

Ia juga menambahkan bahwa pemasangan alat-alat tersebut mengindikasikan adanya kondisi medis berat atau efek pembiusan yang terlalu dalam selama prosedur.

"Selang-selang ini biasanya terlihat terpasang saat pasien menjalani operasi besar. Ketika pasien diberikan bius total atau pembiusan yang terlalu dalam, maka pemasangan selang ETT dan NGT ini menjadi hal yang wajib dilakukan. Hasil konsultasi kami dengan ahli menyatakan demikian," jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari ibu korban, lanjut Purnomo, runtutan peristiwa pada hari kejadian bermula pada siang hari. Waktu pelayanan menunjukkan pukul 12.42 siang, sementara suntikan ketiga (sedasi) diberikan sekitar pukul 11.15 WIB. Setelah itu, Naura dibawa masuk ke ruang CT Scan dan ibunya diminta untuk menunggu di luar.

Saat menunggu di luar ruangan itulah, sang ibu menyaksikan kepanikan tenaga medis. Ia melihat seorang perawat datang terburu-buru membawa alat bantu napas masuk ke ruang CT Scan. Tidak lama kemudian, terlihat lagi perawat lain membawa pendorong (brankar/alat medis) masuk ke ruangan yang sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misteri Kematian Naura Dugaan Korban Malpraktik RSUD Prambanan, Rumah Sakit Diduga Ulur Waktu Rekam Medis, Pengacara Minta Polda DIY Naik Penyidikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!