Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 JUNI 2026 • 19:20 WIB

PLN Bongkar Biang Kerok Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Termasuk Jogja: Pasokan Gas Seret, Pembangkit Bermasalah

PLN Bongkar Biang Kerok Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Termasuk Jogja: Pasokan Gas Seret, Pembangkit BermasalahGeneral Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Mochamad Saleh. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Masalah pemadaman listrik yang terjadi di beberapa titik di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Muncul isu di tengah masyarakat bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh habisnya pasokan batu bara. Menanggapi hal ini, General Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Mochamad Saleh, memberikan klarifikasi.

Saleh mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapi PLN saat ini cukup kompleks dan akumulatif. Krisis kelistrikan yang terjadi bukan semata-mata karena kendala satu komoditas saja.

"Permasalahan dihadapi cukup banyak oleh PLN sendiri, jadi ini adalah permasalahan yang cukup lama. Tidak hanya masalah batu bara, juga masalah kesiapan ataupun gangguan teknis pembangkitan juga. Sehingga tadi kondisi menjadi seperti berlipat, jadi ada kekurangan pasokan gas, kekurangan pasokan batu bara, kemudian ditambah beberapa kondisi pembangkit yang sedang ada pemeliharaan, ada pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga terjadilah sekarang defisit neraca daya," ujarnya saat ditemui di GIK UGM, Jumat (12/6/2026).

​Ia menegaskan bahwa situasi di lapangan merupakan gabungan dari berbagai kendala teknis dan pasokan bahan baku pada sistem pembangkitan PLN.

"Jadi memang tidak hanya ada pasokan batu bara saja yang dikabarkan kurang, tapi memang ini banyak juga permasalahan-permasalahan kompleks yang dihadapi oleh pembangkitan di PLN," bebernya.

Baca juga: DPRD DIY Napak Tilas ke Bengkulu : Temukan Cerita Sumur Misterius Diyakini Bawa Jodoh Hingga Aktivisme "Merakyat" Fatmawati

Terkait rencana dan langkah konkret PLN ke depan untuk memulihkan sistem kelistrikan, Saleh menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dan mempercepat segala proses perbaikan di lini hilir.

"Ini untuk memperbaiki tentu saja kita memastikan koordinasi dengan intens, pasokan batubara itu berjalan, bahan bakarnya lancar, kemudian juga pembangkit yang memang mengalami gangguan bisa kita selesaikan, ada yang masalah teknis di peralatannya itu kita pastikan bisa selesai tepat waktu," jelas Saleh.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memangkas durasi pengerjaan teknis demi mencegah pemadaman yang lebih luas akibat defisit daya.

"Kita usahakan untuk dipercepat penyelesaian pekerjaannya karena untuk mencegah tadi defisit neraca daya yang terjadi di sistem," tegasnya.

Sementara itu, pemadaman listrik ini sempat memicu kegaduhan di media sosial setelah seorang siswa dilaporkan gagal lulus ujian karena aliran listrik terputus tepat di detik-detik terakhir saat ia sedang menjawab soal. Menanggapi kasus spesifik tersebut, Saleh mengaku baru mengetahuinya namun menyampaikan rasa simpati yang mendalam.

"Sejujurnya saya baru denger ya. Ya pihak PLN ya, saya bersimpati lah buat adek ini ya, jadi kita memang dari sisi kami sudah cukup berusaha cukup keras untuk memastikan penyediaan listrik yang andal dan tersedia cukup untuk seluruh masyarakat ya, ini sedang kondisi yang memang tidak bisa kita kami hindari ya, memang terpaksa harus terjadi dan kita alami bersama," ungkap Saleh.

Baca juga: Pertamax Tembus Rp 16.250, Guru Besar UMY Desak Pemerintah Segera Mitigasi Tekanan Ekonomi :"Beban Rakyat Semakin Berat"

Kendati demikian, Saleh mendoakan agar siswa yang terdampak pemadaman tersebut bisa mendapatkan jalan keluar terbaik atas musibah yang menimpanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PLN Bongkar Biang Kerok Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Termasuk Jogja: Pasokan Gas Seret, Pembangkit Bermasalah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!