Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 JUNI 2026 • 14:15 WIB

Nihil Gas Alam, Pemkab Sleman Resmi Tutup Penelitian Fenomena Api Seyegan, Kini Jadi Penyelidikan Polisi

Nihil Gas Alam, Pemkab Sleman Resmi Tutup Penelitian Fenomena Api Seyegan, Kini Jadi Penyelidikan PolisiLokasi kejadian munculnya api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman secara resmi menutup kasus fenomena kemunculan api misterius di sebuah rumah di Kapanewon Seyegan, Sleman. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan dari berbagai instansi akademis dan kedinasan merampungkan penelitian intensif dan menyimpulkan bahwa fenomena alam tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan keberadaan gas alam.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah meluangkan energi untuk meneliti fenomena yang sempat menghebohkan warga ini.

"Kami apresiasi terhadap semua yang terlibat, terutama akademisi dari UGM, UPN, dan juga dari BRIN, dari pemerintah kemudian BPTKG, dan juga dari tim gegana, luar biasa dan hasil dari apa yang disampaikan di ruang pertemuan tadi adalah intinya bahwa dari fenomena api yang muncul di Seyegan ini, dari hasil penelitian semua yang disampaikan tadi tidak ada hubungannya dengan api yang muncul," ujarnya kepada wartawan saat memberikan keterangannya di Kantor Pemkab Sleman, Senin (16/5/2026).

Bambang menegaskan bahwa berdasarkan hasil kajian ilmiah menyeluruh, wilayah tersebut dipastikan bersih dari kandungan gas alam yang dapat memicu kebakaran. Fenomena geologis maupun biologis yang sebelumnya diduga menjadi penyebab, kini resmi dipatahkan oleh para ahli.

"Fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul disitu. Sehingga tadi kita sampaikan bahwa untuk selanjutnya, (mengenai) apa toh penyebabnya, ini kita sampaikan dari aparat kepolisian, reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut, apa toh penyebabnya. Jadi semuanya menyimpulkan yang ada di sana, tidak ada hubungannya dengan api yang muncul, gas alam yang muncul di rumah Seyegan," ungkapnya.

Menurutnya, tim peneliti mengonfirmasi bahwa konsentrasi gas di lokasi tersebut berada jauh di bawah ambang batas berbahaya untuk memicu terjadinya pembakaran spontan.

"Kandungan gasnya baik metana mulai dari hidrogen, gas phosphine (fosfin), maupun gas rawa dari masing-masing ini tadi, itu tidak bisa, atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api. Kira-kira itu, sehingga penelitian ini dari beliau-beliau sudah cukup dan memberikan rilisnya kepada kami," jelas Bambang.

Indikasi Dugaan Kesengajaan

Dalam membedah fenomena ini, tim ahli tidak main-main. Mereka menerjunkan peralatan mutakhir berskala laboratorium dan lapangan. Namun, hasil nihil terkait gas alam justru membuka babak baru berupa indikasi faktor kesengajaan atau sabotase.

"Untuk masing-masing dari peneliti menggunakannya alat, ada yang menggunakan geomagnetic, geothermal, kemudian dengan drone, kemudian juga dengan geolistrik juga. Masing-masing sudah menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan langsung munculnya api itu dengan adanya gas alam yang ada di sana. Untuk penelitian terkait dengan fenomena seyegan ini sudah selesai hari ini," kata Bambang.

Namun, mengenai kemungkinan adanya faktor kesengajaan atau tindakan yang disengaja oleh oknum tertentu, BPBD Sleman memilih menyerahkan sepenuhnya pembuktian tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Nanti itu dari pihak kepolisian yang akan membuktikan. Kita tidak bisa menyampaikan hal itu," tegasnya.

Disebutnya, latar belakang turun tangannya Satreskrim Polresta Sleman dalam kasus ini murni didasari atas belum ditemukannya penyebab pasti di luar faktor alamiah.

"Latar belakangnya dari kepolisian, karena belum menemukan penyebabnya itu apa. Karena tidak ada hubungannya dengan gas alam di sana, maka nanti ini tugasnya beliau ini, satreskrim dengan timnya yang akan mencari penyebab munculnya api," ujar Bambang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nihil Gas Alam, Pemkab Sleman Resmi Tutup Penelitian Fenomena Api Seyegan, Kini Jadi Penyelidikan Polisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!