Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 18:55 WIB

"Mau Kerja di Mana Lagi?": Jeritan Hati Relawan SPPG Jogja Saat Gelar Aksi Tolak Pembubaran MBG Hari Ini

Mau Kerja di Mana Lagi? : Jeritan Hati Relawan SPPG Jogja Saat Gelar Aksi Tolak Pembubaran MBG Hari IniAksi ratusan SPPG di DIY yang berlangsung di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (19/6/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sebanyak 250-an orang yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Titik Nol Kilometer, Malioboro, pada Jumat (19/6/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan tegas terhadap wacana pembubaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para massa aksi tampak membawa berbagai poster berisi aspirasi dan keluhan. Dua di antaranya bertuliskan "MBG Bermanfaat" dan "Sistem Rusak Bisa diperbaiki, Hilang Pekerjaan Kemana Harus dicari".

Baca juga: Sebut Tak Lagi Khawatir Gas Habis, ESDM Perluas Infrastruktur Jargas CNG di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, Wamen Yuliot :"Sleman Contoh Suksesnya"

Koordinator Lapangan aksi, Raihan Evan, mengatakan bahwa keberlanjutan program MBG sangat krusial bagi hajat hidup ribuan masyarakat di Yogyakarta. Menurutnya, program ini bukan sekadar kebijakan, melainkan tumpuan ekonomi bagi banyak keluarga.

"Kita itu hanya ingin program MBG tetap berjalan. Bagi kami yang di bawah, mencari uang di sini adalah jalan utama. Banyak dari relawan yang karena keterbatasan umur maupun strata pendidikan, tidak bisa mencari pekerjaan di tempat lain," ujar Raihan di sela-sela aksi.

Raihan mengungkapkan, peran relawan dalam ekosistem MBG sangat nyata dalam menggerakkan ekonomi akar rumput. Ia mencontohkan bagaimana program ini telah menyentuh sisi pendidikan dan kebutuhan pokok masyarakat.

"Dari menjadi relawan MBG, kami mendapatkan penghasilan yang menghidupi banyak keluarga. Dari yang tadinya anaknya tidak bisa sekolah, sekarang menjadi bisa sekolah. Selain itu, pendapatan ini juga sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sembako dan belanja harian," bebernya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 16.000 relawan di wilayah DIY yang saat ini terlibat dalam program MBG. Raihan memperingatkan, jika pemerintah tetap mengambil langkah pembubaran, pihak aliansi akan melakukan aksi yang jauh lebih besar.

"Di Jogja sendiri ada 16.000 relawan yang siap bekerja untuk MBG. Seandainya program ini dibubarkan, tentu massa aksi ke depannya akan jauh lebih besar lagi," tegasnya.

Baca juga: Buntut 97 SPPG di DIY Tutup, Siswa SMP Stella Duce 2 Jogja Kini Bawa Bekal dan Jajan di Kantin

Selain itu, massa juga menyampaikan dua poin aspirasi lainnya, yakni mendukung pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu serta menjaga persatuan nasional agar tidak terjadi perpecahan.

"Adili para koruptor, karena korupsi adalah kejahatan yang merugikan rakyat. Dan yang ketiga, kami mau persatuan Negara Indonesia tetap ada. Tidak boleh ada perpecahan dari mana pun," pungkas Raihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

"Mau Kerja di Mana Lagi?": Jeritan Hati Relawan SPPG Jogja Saat Gelar Aksi Tolak Pembubaran MBG Hari Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!