Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 JUNI 2026 • 16:30 WIB

Terjunkan 8.178 Mahasiswa ke Pelosok Nusantara, Rektor UGM: KKN Bukan Sekadar Seremoni

Terjunkan 8.178 Mahasiswa ke Pelosok Nusantara, Rektor UGM: KKN Bukan Sekadar SeremoniWakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, S.S., M.A. saat melepas KKN UGM, pada Jumat (19/6/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sebanyak 8.178 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang berlangsung di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6), menjadi penanda dimulainya pengabdian selama 50 hari di berbagai penjuru Indonesia.

Program KKN-PPM tahun ini mengusung tema besar "Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim," yang diwujudkan melalui berbagai aksi, mulai dari penanganan stunting hingga digitalisasi UMKM desa.

Para mahasiswa ini nantinya akan tersebar di 298 unit lokasi yang mencakup 32 provinsi, mulai dari Aceh hingga pelosok Papua. Selama periode 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, mereka akan didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta berkolaborasi dengan 199 mitra strategis, baik dari pemerintah, dunia industri, hingga organisasi masyarakat.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di lapangan bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Ia berharap mahasiswa mampu membaur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa. Mahasiswa akan tinggal bersama, bekerja bersama, dan belajar langsung dari masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," tegas Ova Emilia dalam sambutannya.

Kehadiran mahasiswa UGM di pelosok negeri mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, S.S., M.A. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sangat strategis dalam mempercepat industrialisasi desa.

"Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam maupun manusia. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide dan inovasi untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di berbagai daerah," ujar Faisol.

Semangat pengabdian mahasiswa tampak nyata di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Salah satunya adalah Tim KKN Raja Ampat Begisah yang akan bertugas di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Koordinator unit dari Fakultas Psikologi UGM, Rizki Abdillah, menyebut timnya fokus pada pemberdayaan nelayan.

"Kami akan mendampingi pelatihan keuangan sederhana, pemasaran hasil perikanan, hingga pengolahan produk bernilai tambah seperti nugget ikan. Kami juga akan menguji kualitas air bersih untuk memastikan kesehatan warga," jelas Rizki.

Baca juga: Bukan Menolak, Ini Alasan Damkar Kota Jogja Batasi Evakuasi di Luar Tugas Pokok Salah Satunya Laporan Masalah Rumah Tangga

Menutup rangkaian penerjunan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., berpesan agar mahasiswa menjaga etika dan keselamatan selama bertugas.

"Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat," pungkas Arie.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Terjunkan 8.178 Mahasiswa ke Pelosok Nusantara, Rektor UGM: KKN Bukan Sekadar Seremoni

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!