Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 JUNI 2026 • 11:45 WIB

ARTJOG 2026 Dibuka Berujung Aksi Protes, Dugaan Keterlibatan Yayasan Didit Hediprasetyo

ARTJOG 2026 Dibuka Berujung Aksi Protes, Dugaan Keterlibatan Yayasan Didit HediprasetyoPerformer dari Arjokes yang lakukan aksi protes di ArtJog 2026. (Istimewa)

JOGJA - Perhelatan seni rupa kontemporer tahunan, ARTJOG 2026, yang seharusnya menjadi momentum perayaan seni di Jogja National Museum (JNM), Jumat (19/6/2026) malam, justru diwarnai ketegangan. Sebuah aksi seni performans yang mengkritik keterlibatan sponsor dalam festival tersebut berujung pada aksi saling dorong dan dugaan tindak kekerasan.

Insiden bermula sekitar pukul 18.00 WIB, saat seorang seniman dengan wajah tertutup melakukan aksi di depan fasad JNM. Dalam aksinya, ia melontarkan kritik keras terhadap keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF) yang belakangan santer diisukan sebagai bentuk artwashing atau upaya pembersihan citra melalui seni.

Situasi sempat memanas ketika sang performer melemparkan cat merah ke arah logo ARTJOG pada karya instalasi milik Roby Dwi Antono. Aksi tersebut memicu respons cepat petugas keamanan JNM. Kerumunan pengunjung yang memadati lokasi ikut tersulut, memicu aksi saling tarik-menarik hingga sempat terjadi insiden di mana seorang pria berbaju hitam diduga melakukan pemukulan saat berusaha membuka penutup kepala sang performer.

Kepada pihak kepolisian di lokasi, pelaku aksi mengaku bahwa tindakan tersebut adalah bentuk protes atas keresahan yang ia rasakan.

Saat diamankan di pos keamanan. Ia juga mengklaim sempat menerima pukulan dari orang yang diduga merupakan bagian dari staf penyelenggara.

"Aksi ini adalah bentuk keresahan saya terkait isu yang berkembang seputar penyelenggaraan ARTJOG tahun ini," ujar performer tersebut.

Setelah situasi mereda, pihak manajemen ARTJOG memfasilitasi pertemuan antara sang seniman dengan panitia. Dalam kesempatan tersebut, sang seniman menyerahkan dokumen berisi seruan aksi secara langsung.

Menanggapi insiden tersebut, CEO ARTJOG, Heri Pemad, membantah adanya upaya pembungkaman terhadap kritik. Ia menegaskan bahwa independensi kuratorial tetap menjadi harga mati bagi festival yang ia pimpin.

"ARTJOG kembali menegaskan prinsip independensi kuratorial yang telah dipertahankan sejak awal penyelenggaraan. ARTJOG secara konsisten menghadirkan festival seni kontemporer sebagai medium perjumpaan yang inklusif setiap tahun," tegas Heri dalam keterangan resminya.

Baca juga: Kolaborasi dengan Empat Seniman, Reza Rahadian Hadirkan Instalasi “Eudaimonia” di ArtJog 2025 Hari Ini

Mengenai polemik sponsor, Heri menjelaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak termasuk Didit Hediprasetyo Foundation, Bakti Budaya Djarum Foundation, Bank BRI, hingga Pertamina sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan festival.

"Dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan festival seni yang selama ini menjadi ruang perjumpaan publik, seniman, dan berbagai gagasan kritis dalam seni kontemporer," tandas Heri.

Terlepas dari riuhnya pembukaan, ARTJOG 2026 tetap mengusung tema besar ARS LONGA: GENERATIO. Tema ini merupakan awal dari trilogi yang dirancang hingga 2028, dengan fokus pada dialog antargenerasi dan peran sosial seniman. Pameran ini sendiri dijadwalkan akan berlangsung di JNM hingga 30 Agustus 2026 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

ARTJOG 2026 Dibuka Berujung Aksi Protes, Dugaan Keterlibatan Yayasan Didit Hediprasetyo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!