JOGJA - Ajang sport tourism dan art festival bergengsi, Run’n Shine, bersiap kembali menyapa masyarakat pada 18-20 September 2026 mendatang. Bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, event kolaboratif ini hadir dengan skala yang lebih besar dengan memadukan esensi olahraga dan seni dalam satu rangkaian acara.
Event yang diinisiasi oleh KAHGAMA, GIK UGM, Sirah Travel, dan Sedekati Maju ini membawa berbagai pembaruan menarik di tahun keduanya. Mulai dari konsep rute ikonik, penguatan unsur seni, hingga grand prize fantastis berupa perjalanan ke Turki dan ibadah Umroh.
Head of Program Experience GIK UGM, Gilang, mengatakan bahwa kesuksesan debut perdana tahun lalu yang berhasil menggaet 2.449 pelari menjadi modal kuat untuk tampil lebih megah tahun ini. Event ini sendiri terinspirasi dari semangat kebersamaan Yogyakarta dengan filosofi untuk lari dan bersinar bersama.
"Tahun lalu konsepnya masih sama, olahraga dan olah rasa. Di tahun ini kita juga ada dua kelas yaitu 10K dan 5K. Lalu kita juga ada art exhibition, music concert. Dan yang baru di sini, selain menyediakan makanan minuman gratis yang enak-enak, kami hadir kembali dengan kuliner dan penambahnya adalah sport expo," ujar Gilang dalam jumpa pers di GIK UGM, Jumat (10/7/2026).
Gilang juga menegaskan komitmen panitia bahwa hadiah yang diberikan nyata dan bukan sekadar taktik pemasaran (gimmick). Berkaca dari tahun lalu, pemenang kategori 10K benar-benar diberangkatkan Umroh, sementara pemenang lainnya menikmati perjalanan ke Thailand. Untuk edisi 2026, hadiah yang disiapkan jauh lebih menggiurkan.
"Grand prize tahun ini, kita akan bawa teman-teman ke Turki. Dan ada satu lagi yang tidak kalah menarik adalah Umroh lagi. Kami juga masih merahasiakan satu negara lagi untuk kategori best costume," kata Gilang.
Filosofi Rute Khas Jogja
Potret kegaiatan Run'n Shine 2025. (Istimewa)
Keunikan utama Run’n Shine 2026 terletak pada implementasi konsep rute "5K" khas Yogyakarta, yakni Kampus, Kampung, Keraton, Komunitas, dan Korporasi. Race Director Run’n Shine dari MyRace Sports Organizer, Roostian, menjelaskan bahwa rute lari dirancang secara profesional untuk melintasi titik-titik representatif Kota Gudeg dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta.
Ia merinci, rute akan dimulai dari lingkungan Kampus UGM/GIK UGM, melewati Kampung area Sagan, melintasi representasi ikonik Keraton seperti Tugu Golong Gilig, melewati area berkumpulnya Komunitas di Kridosono, hingga menyusuri kawasan Korporasi di CBD Yogyakarta (Jalan Sudirman).
"Secara rute kita konsep seperti itu tentu tanpa mengurangi faktor safety. Jadi concern kita safety, karena teman-teman harapannya pas lari balik lagi ke sini karena acara utamanya masih ada di sini," kata Roostian.
Sementara itu, Ketua KAHGAMA, Paripurna P. Sugarda, mengatakan bahwa penyelenggaraan event ini merupakan bentuk sumbangsih nyata dari para alumni Fakultas Hukum UGM bagi kota Yogyakarta.
"Kegiatan ini bentuk kontribusi nyata kami, para alumni Hukum UGM, untuk Yogyakarta. Kami ingin ikut merawat kebersamaan dan rasa cinta pada kota ini lewat kegiatan yang sehat dan kreatif," jelas Paripurna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung