Potret Tugu Jogja. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Akhir - akhir ini, tren walking tour atau wisata berjalan kaki semakin digandrungi wisatawan, terutama para pencinta kuliner (foodies), terlebih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) utamanya Kota Yogyakarta, yang mana memang sedari dulu dikenal gudangnya kuliner yang dinilai cukup terjangkau dibandingkan wilayah lainnya.
Selain menyehatkan, aktivitas ini memberikan pengalaman yang lebih intim untuk menjelajahi sudut-sudut kota, berinteraksi langsung dengan warga lokal, dan yang paling diburu: berburu kuliner legendaris yang tersembunyi.
Sensasi menyusuri gang-gang sempit inilah (blusukan) sembari mencicipi kudapan khas membawa dimensi baru dalam berwisata di Kota Pelajar ini.
Sebelum Anda mulai melangkah untuk memanjakan lidah, meskipun terdengar sederhana, mengikuti walking tour kuliner yang biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 jam tetap memerlukan persiapan fisik dan logistik yang matang agar agenda berjalan-jalan tetap terasa menyenangkan. Berikut adalah beberapa tips penting yang perlu diperhatikan , yakni diantaranya :
Alas Kaki yang Tepat: Disarankan gunakan running shoes atau sneakers yang memiliki bantalan empuk.
Pakaian Ringan Menyerap Keringat: Cuaca Jogja terbilang cukup terik saat siang hari. Kaos berbahan katun atau pakaian olahraga ringan adalah pilihan terbaik.
Bawa 'Amunisi' Pelindung: Jangan lupa bawa sunscreen, topi, kacamata hitam, dan payung lipat kecil untuk mengantisipasi cuaca yang tak menentu.
Sediakan Uang Tunai Pecahan Kecil: Banyak kuliner legendaris di gang sempit atau pasar tradisional belum menerima pembayaran digital. Uang pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000 akan sangat memudahkan transaksi.
Bawa Botol Minum Sendiri: Beberapa fasilitas umum sudah tersedia water station termasuk di kawasan Malioboro. Air minum ini sudah dibuktikan Pemkot Yogyakarta langsung pada pembukaan water station di awal tahun 2026 ini. Selain lebih hemat, Pemkot setempat menilai juga berkontribusi mengurangi sampah plastik.
Berikut ini rute-rute ikonik berikut wajib masuk ke dalam daftar terutama bagi Anda pertama kalinya menginjak Kota Gudeg tersebut :
Potret bangunan Keraton Yogyakarta. (Istimewa)
Rute Kraton dan Kampung Kauman: Menjelajahi area sekitar benteng keraton sembari mempelajari sejarah masuknya Islam di Jogja. Kuliner yang disajikan di rute ini umumnya berupa jajanan pasar tradisional jadul dan minuman rempah khas keraton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber