Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 JULI 2026 • 17:10 WIB

Tak Ingin Bentrok dengan Warga, TNGM Ajak Warga Dialog Tangani Pendaki Ilegal Merapi :"Padahal Sultan Juga Larang"

Tak Ingin Bentrok dengan Warga, TNGM Ajak Warga Dialog Tangani Pendaki Ilegal Merapi : Padahal Sultan Juga LarangGeger pembukaan lahan sampai Pasar Bubrah di Gunung Merapi. (Istimewa)

JOGJA - Aktivitas pendakian ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dilaporkan masih marak terjadi, meski status gunung api aktif tersebut saat ini berada di Level III atau Siaga. Alih-alih melakukan tindakan represif berupa razia besar-besaran, pihak TNGM memilih menempuh jalur dialog dengan warga setempat untuk meminimalisir risiko konflik.

Kepala Balai TNGM, Heri Wibowo, mengakui bahwa imbauan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, otoritas kebencanaan, hingga imbauan langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kerap diabaikan oleh para pendaki.

"Himbauan TN, himbauan BPPTKG, himbauan Sultan, himbauan Kepala BNPB tidak dihiraukan. Pendekatan dengan warga secara tertutup dilakukan teman-teman TNGM, nanti rencana mau adakan pertemuan dengan warga," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Viral Pembukaan Merapi Sampai Pasar Bubrah Lewat Jalur Selo, BPPTKG dan TNGM Tegaskan Masih Siaga III : Berbahaya!

Heri menjelaskan, pihaknya sebenarnya memiliki opsi untuk meminta bantuan TNI dan Polri guna menutup total akses jalur pendakian. Namun, ia khawatir langkah tersebut justru memicu gesekan horizontal yang kontraproduktif.

"Kami sebenarnya bisa minta TNI dan Polisi untuk berjaga, tapi itu jangka pendek dan berisiko adanya bentrok atau benturan horizontal, pasti viral lagi. Kami sementara menahan diri walaupun teman-teman tetap stay di kantor Resor Selo sambil pendekatan ke warga," katanya.

Heri juga menyoroti fenomena perilaku pendaki yang dinilainya kurang rasional. Menurutnya, kesadaran akan keselamatan diri di tengah tingginya aktivitas vulkanik Merapi masih sangat minim.

"Ternyata karakter pendaki kita juga nggak rasional, jadi sulit juga untuk melarang naik," ucapnya.

Zona Bahaya Masih Mengancam

Hingga saat ini, TNGM menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian, termasuk rute favorit New Selo menuju Pasar Bubrah, masih tertutup rapat.

Hal ini turut ditegaskan kembali oleh Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, kembali mengingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sektor selatan, barat daya, hingga tenggara.

"Rekomendasi aktivitas Merapi tidak berubah. Masyarakat diminta tetap mematuhi kawasan potensi bahaya serta mengikuti informasi resmi dari BPPTKG maupun MAGMA Indonesia," tegas Agus.

Baca juga: Merapi Masih Siaga 3, Sultan HB X Sebut Warlok Sudah Paham, Tapi Ingatkan diluar Warlok Tak Nekat Mendaki

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X huga menekankan pentingnya keselamatan bagi wisatawan. Namun, beliau menilai warga lokal di sekitar lereng Merapi sebenarnya sudah memahami karakteristik gunung tersebut dan memiliki mitigasi mandiri yang baik. Namun, ia justru menyoroti kurangnya kepekaan para pendatang atau wisatawan luar daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tak Ingin Bentrok dengan Warga, TNGM Ajak Warga Dialog Tangani Pendaki Ilegal Merapi :"Padahal Sultan Juga Larang"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!