Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 13:00 WIB

Viral Wacana Pendakian Gunung Merapi dibuka Sampai Pasar Bubrah, TNGM Ingatkan Bahaya Erupsi

Viral Wacana Pendakian Gunung Merapi dibuka Sampai Pasar Bubrah, TNGM Ingatkan Bahaya ErupsiGuguran awan panas Gunung Merapi pada Sabtu (14/3/2026) sore. (Istimewa)

JOGJA - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Merapi hingga saat ini masih ditutup untuk umum. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya konten di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian ilegal serta ajakan bagi masyarakat untuk melakukan pendakian ke gunung teraktif di Indonesia tersebut.

Baca juga: Gunung Merapi Siaga Level III Hari Ini : Terjadi 25 Kali Gempa Guguran, Muntahkan 6 Kali Guguran Lava

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, T. Heri Wibowo, menyatakan bahwa penutupan jalur pendakian didasarkan pada data aktivitas vulkanik yang masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 19-25 Juni 2026, Merapi masih menunjukkan erupsi efusif yang aktif.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh konten-konten di media sosial yang mengajak atau membuka pendakian. Status Gunung Merapi saat ini masih Siaga, dan pendakian tidak direkomendasikan sama sekali karena sangat membahayakan keselamatan jiwa," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Heri menjelaskan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran. Saat ini, radius bahaya ditetapkan pada sektor selatan-barat daya dan tenggara, mencakup alur sungai seperti Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol dengan jarak bahaya maksimal hingga 7 kilometer dari puncak.

Ia merinci, jalur pendakian populer seperti via New Selo hingga ke Pasar Bubrah berada di zona yang sangat berbahaya.

"Jarak tempuh dari pintu gerbang hingga ke Pasar Bubrah itu sangat berisiko. Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Oleh karena itu, penutupan ini akan terus berlaku hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, semata-mata demi keamanan semua pihak," jelasnya.

Sebagai alternatif, Heri mengingatkan bahwa pihaknya hanya membuka destinasi wisata soft trekking yang berada di zona aman, seperti di Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang yang berjarak sekitar 3,3 kilometer dari titik pantau terakhir.

Baca juga: Pemula Sampai Profesional Bisa Ikut! UGM Trail Run 2026 Pada September Mendatang Tawarkan Sensasi Lari Malam "Background" Lahar Pijar Merapi

Pihak Balai TNGM meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari BPPTKG dan aparat pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada isu-isu erupsi yang tidak jelas sumbernya.

"Tolong patuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang. Jangan ambil risiko dengan melakukan pendakian ilegal, karena keselamatan adalah prioritas utama kami," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA (Pribadi)

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Viral Wacana Pendakian Gunung Merapi dibuka Sampai Pasar Bubrah, TNGM Ingatkan Bahaya Erupsi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!