Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 JULI 2026 • 13:05 WIB

Kemenhaj Minta BSI Luncurkan Tabungan Berbasis Dolar Buntut 40 Persen Calon Jemaah Haji DIY Belum Lunas Bayar

Kemenhaj Minta BSI Luncurkan Tabungan Berbasis Dolar Buntut 40 Persen Calon Jemaah Haji DIY Belum Lunas BayarPlt Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sebanyak 40 persen calon jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan belum mampu melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Menanggapi kendala finansial yang krusial ini, Kementerian Haji (Kemenhaj) mendesak Bank Syariah Indonesia (BSI) selaku mitra perbankan untuk segera melahirkan inovasi program pelunasan yang lebih sistematis. Hal ini dilaporkan, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti, mengungkapkan kekhawatirannya terkait regulasi ketat yang berlaku. Jika mengacu pada aturan tahun lalu, jemaah yang gagal melunasi biaya pada tahun berjalan otomatis tidak bisa berangkat, dan porsinya langsung dialihkan ke nomor antrean di bawahnya.

"Porsi tersebut belum tentu bisa ditunda ke tahun berikutnya, sehingga tidak dapat digantikan langsung oleh jemaah yang sama. Hal ini tentu disayangkan karena jemaah tersebut harus berputar kembali antreannya," ujar Silvia di hadapan calon jemaah haji pada pembukaan perdana manasik haji khusus 2027 di Alana Yogyakarta, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Tren Pendaftar Naik Drastis, 143 Jamaah Haji Khusus PT Nur Ramadhan Diberangkatkan dari YIA Hari Ini

Melihat risiko besar jemaah harus mengulang antrean dari awal, ia meminta BSI proaktif dalam memitigasi risiko keuangan jemaah, terutama menjelang tenggat waktu keberangkatan yang kian mepet.

"Oleh karena itu, kami berharap pihak BSI dapat menyediakan program pelunasan yang sistematis. Jadi, ketika waktu keberangkatan tiba, jemaah sudah benar-benar siap secara finansial. Jangan sampai jemaah baru kebingungan mencari cara pelunasan beberapa bulan sebelum berangkat," tegas Silvia.

Untuk itu, Silvia mendorong adanya edukasi menabung yang terstruktur sejak awal pendaftaran. Perbankan syariah diharapkan mampu menciptakan produk keuangan yang adaptif, seperti tabungan berbasis mata uang asing untuk melindungi nilai dana jemaah dari inflasi maupun lonjakan kurs.

"Program menabung ini bisa dilakukan secara paralel sejak awal mendaftar, misalnya dengan program tabungan dolar atau skema mitigasi kenaikan kurs. Dengan mempersiapkan estimasi pelunasan sejak 3 hingga 4 tahun sebelum berangkat (misalnya mencicil secara berkala), jemaah tidak akan menghadapi kendala finansial yang berat," jelasnya.

Baca juga: Persiapan Haji 2027, Kemenhaj DIY Minta PIHK Perkuat Simulasi Aplikasi Haji Digital: Jemaah Jangan Gagap Teknologi!

Kendati demikian, Silvia tetap memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada para calon jemaah agar tidak berkecil hati dan tetap fokus mempersiapkan ibadah.

"Percayalah bahwa Allah akan memberikan kelimpahan rezeki bagi hamba-Nya yang berniat menunaikan ibadah haji," pungkas Silvia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemenhaj Minta BSI Luncurkan Tabungan Berbasis Dolar Buntut 40 Persen Calon Jemaah Haji DIY Belum Lunas Bayar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!