Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 16:40 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Warga Tak Perlu Panik Soal Rupiah Masih Lemah: Uangnya Cukup

Menkeu Purbaya Sebut Warga Tak Perlu Panik Soal Rupiah Masih Lemah: Uangnya CukupMenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat ditemui di kawasan Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi fluktuasi nilai tukar Rupiah yang kini berada di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam dampak pelemahan tersebut bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Purbaya usai membuka acara Pasar Rakyat UMi 2026 di Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Wacana Kopdes Jadi Penyalur Barang Subsidi, Menkeu Purbaya : Bisa Untung Kalo Nggak Korupsi

Menurutnya, pergerakan nilai tukar saat ini masih dalam pantauan pemerintah dan mengacu pada proyeksi lembaga pemeringkat internasional. Ia pun optimistis kondisi ekonomi global yang mulai membaik akan berdampak positif bagi arus investasi ke Indonesia.

"Kalau Anda lihat press release dari S&P kemarin, disebutkan juga perkiraan Rupiah akan mulai bergerak ke Rp17.000 ke arah yang sesuai dengan target kita. Saya yakinkan bahwa perbaikan ini baru terjadi. Harga minyak memang sempat turun dan naik lagi sedikit, tapi saya pikir akan tetap terkendali ke depan. Artinya, ekonomi global meskipun ada gangguan, kondisinya masih akan lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Jadi, prospek kita ini sedang bagus," ujar Purbaya.

Purbaya menjelaskan, fenomena keluarnya modal asing (capital outflow) dari pasar negara berkembang merupakan hal yang lumrah saat terjadi ketidakpastian global. Namun, ia yakin begitu kondisi pasar stabil, investor akan kembali melirik Indonesia karena pertumbuhan ekonominya yang tinggi.

"Ketika prospek bagus dan investasi global meningkat, biasanya investor global akan mulai melirik negara-negara berkembang atau yang sedang menciptakan pertumbuhan tinggi seperti Indonesia. Memang ketika ini global meningkat mereka keluar dulu, tapi begitu sudah stabil mereka akan masuk lagi," jelasnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya Minta Tak Takut Rupiah Melemah: Fokus Jaga UMKM, Kami Pangkas Bunga UMi 8 Jadi Persen

Terkait kekhawatiran mengenai pelemahan Rupiah yang lebih dalam, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki instrumen dan cadangan yang memadai untuk melakukan intervensi serta menjaga stabilitas.

"Jadi harusnya tidak lama lagi rupiah akan melemah. Bahkan perlu mereka butuh seribu saya kira itu jumlah yang bisa ditangani, saya sudah minta ke BI untuk memberhentikan permintaan tapi yang jelas dihitung dulu jangan sampai kebanyakan lalu rugi, saya kira itu. Uang kita cukup dan ada," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menkeu Purbaya Sebut Warga Tak Perlu Panik Soal Rupiah Masih Lemah: Uangnya Cukup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!