Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 JULI 2026 • 17:30 WIB

Sempat Kebingungan Apa itu UGM?, Janda Penjual Gas Cileungsi Menangis Haru Anaknya Diam - Diam Bisa Kuliah Gratis Teknik Nuklir

Sempat Kebingungan Apa itu UGM?, Janda Penjual Gas Cileungsi Menangis Haru Anaknya Diam - Diam Bisa Kuliah Gratis Teknik NuklirWalmer Zebaoth Siburian (18) bersama ibunya. (Istimewa)

JOGJA - Keterbatasan ekonomi tak menghalangi langkah Walmer Zebaoth Siburian (18) untuk menemui impiannya di perguruan tinggi ternama. Putra tunggal dari seorang janda penjual gas dan air galon di Cileungsi, Kabupaten Bogor, ini berhasil diterima di Program Studi Teknik Nuklir, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Walmer bahkan mendapatkan beasiswa penuh berupa pembebasan biaya kuliah (UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen).

Keberhasilan ini dicapai lewat perjuangan panjang sang ibu, Charoline Sihole (52). Ditemui di kontrakan sederhananya berukuran 4x6 meter di Kampung Bojongkaso, Charoline membagikan kisahnya membesarkan Walmer sendirian sejak suaminya, Wilmar Siburian, meninggal dunia enam tahun lalu. Untuk menyambung hidup dan membayar kontrakan, ia mengandalkan usaha penjualan gas, air galon, hingga mengambil pekerjaan sampingan.

"Setelah suami tidak ada, saya ikut kerja sama orang untuk menyelamati kontrakan setiap bulan. Kadang saya dikasih 1,5 kadang 2 juta. Kadang tidak mencukupi, apa saja saya lakuin, kadang ngojek, kadang jualan, yang penting bisa menghidupi kami berdua," ujar Charoline, Selasa (21/7/2026)

Charoline mengenang perjuangan hidup bersama mendiang suaminya telah dimulai sejak 23 tahun lalu saat awal merantau ke Cileungsi.

"Saya menikah tahun 2000, bapak sudah jualan koran, dulu saya jualan koran juga, dipersatukan sama-sama jualan koran," tuturnya.

Setelah era media cetak meredup, mereka beralih menjual air galon dan gas. Di tengah impitan ekonomi sebagai orang tua tunggal, Charoline bersyukur kerap mendapat uluran tangan dari jemaat gereja setempat.

"Saya dapat bantuan dari gereja, dapat beras dan untuk dia (Walmer) dapat uang saku," ucap Charoline.

Akhirnya dukungan tersebut dibayar tuntas oleh Walmer. Sejak SMP hingga lulus dari SMAN 1 Cileungsi, Walmer terbiasa membawa bekal dari rumah dan tak pernah menuntut hal di luar kemampuan ibunya. Setiap sore usai pulang sekolah, ia langsung membantu mengantar gas dan galon ke rumah-rumah tetangga.

Dari sisi akademik, Walmer yang sempat kesulitan di kelas 10 berhasil bangkit dan konsisten masuk peringkat lima besar sejak kelas 11.

"Di kelas 10 saya tidak dapat ranking tinggi. Untuk pelajaran bahasa saja, nilainya rendah. Baru di kelas 11, saya ketemu teman berprestasi secara angkatan. Melihat mereka saya termotivasi. Akhirnya di kelas 11 semester 2 saya bisa rangking 3, lalu konsisten berada lima besar hingga lulus," ujar Walmer.

Diam-Diam Daftar UGM

Walmer sempat dihampiri dilema. Ia tak tega meninggalkan ibunya yang tinggal sendirian di kontrakan. Alasan inilah yang membuatnya nekat mendaftar SNBP UGM secara diam-diam tanpa memberitahu sang ibu.

"Saat daftar ke UGM lewat SNBP, saya nggak bilang. Karena saya tahu Mama tidak mau ditinggalin. Biar nggak kepikiran, saya alihkan fokus belajar saja. Bahkan jelang malam pengumuman, masih liatin mama tidur, masa iya saya mau ninggalin? Ia yang sudah membesarkan saya seorang diri. Tapi saya harus memilih masa depan saya," tutur Walmer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sempat Kebingungan Apa itu UGM?, Janda Penjual Gas Cileungsi Menangis Haru Anaknya Diam - Diam Bisa Kuliah Gratis Teknik Nuklir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!