JOGJA - Pemkab Sleman terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di wilayahnya. Hal ini ditunjukkan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang melakukan audiensi langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, di Kantor Menpora, Jakarta, pada Senin (8/6) siang. Pertemuan strategis tersebut bertujuan untuk merealisasikan hadirnya fasilitas olahraga berstandar nasional di Bumi Sembada.
Dalam kunjungan ini, Bupati Harda didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyambut hangat kehadiran jajaran Pemkab Sleman dengan didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Suyadi Pawiro, serta Staf Khusus Menpora, Tsamara Amany.
Di hadapan Erick Tohir, Harda mengungkapkan bahwa atlet-atlet asal Kabupaten Sleman selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Tapi, potensi besar tersebut belum ditunjang oleh fasilitas olahraga yang memadai dan berstandar nasional, terutama untuk cabang olahraga (cabor) atletik," ujarnya.
Karena itulah, pihaknya kini mengusulkan rencana besar revitalisasi Stadion Tridadi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rencana ini sebelumnya bahkan sudah ditindaklanjuti melalui pertemuan bersama tim Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU pada April lalu.
"Pertemuan dengan Kemenpora hari ini merupakan tindak lanjut untuk memperoleh rekomendasi dari Menpora, yang nantinya akan menjadi dasar bagi Kementerian PU untuk melangkah. Kami berkomitmen penuh pada pembinaan atlet daerah agar siap berkiprah di ajang nasional dan internasional, tapi ini diawali dengan penyediaan fasilitas olahraga memenuhi standar nasional, bahkan standar internasional jika memungkinkan," jelas Harda.
Rencana matang Pemkab Sleman ini pun langsung mendapatkan lampu hijau. Menpora Erick Thohir menyatakan kesiapannya untuk menerbitkan surat rekomendasi yang dibutuhkan agar proyek pusat olahraga ini bisa segera berjalan.
"Kami dari Kemenpora meminta Pemkab Sleman segera berkoordinasi intensif dengan Kementerian PU agar rekomendasi tersebut bisa langsung ditindaklanjuti secara teknis," ujar Erick.
Meski begitu, Erick Thohir memberikan catatan penting terkait tata kelola Stadion Tridadi pasca-revitalisasi nanti. Ia menegaskan bahwa stadion tidak boleh hanya menjadi gedung mati yang ramai saat ada pertandingan saja, melainkan harus mampu mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan geliat ekonomi lokal.
"Langkah ini penting supaya ada multiplier effect yang berdampak positif langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pengelolaan stadion juga bisa dilakukan bersama pihak swasta melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Saat ini, Kemenpora tengah menyusun regulasi yang memuat pasal-pasal terkait KSO guna memberikan proteksi serta panduan yang proporsional bagi Pemda maupun pihak swasta," tegasnya.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Suyadi Pawiro, menambahkan bahwa peluang kerja sama pengelolaan fasilitas olahraga saat ini terbuka sangat lebar. Ia memaparkan bahwa Kemenpora, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah menandatangani Nota Kesepahaman sinergi pengelolaan sarana olahraga sejak 2 Desember 2025 lalu.
Menurutnya, sinergi lintas kementerian tersebut mengatur tentang optimalisasi sarana dan prasarana olahraga di tingkat pusat hingga daerah. Oleh karena itu, Suyadi meminta Pemkab Sleman bergerak cepat menyusun linimasa (timeline) kerja yang jelas.
"Segera susun timeline kerja yang jelas guna menindaklanjuti poin-poin sinergi dalam nota kesepahaman tersebut agar implementasinya di lapangan dapat berjalan optimal," pungkas Suyadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA