Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 05 JUNI 2026 • 14:50 WIB

Misteri Api di Seyegan Sleman: Pakar Geologi UPN Temukan Keanehan Lapisan Batuan Bawah Tanah :"Ada Gas Organik"

Misteri Api di Seyegan Sleman: Pakar Geologi UPN Temukan Keanehan Lapisan Batuan Bawah Tanah : Ada Gas OrganikLokasi kejadian munculnya api misterius di rumah warga Seyegan, Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta turun langsung ke lokasi munculnya fenomena api misterius di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Berdasarkan pengamatan dan pengambilan data awal, para pakar mendeteksi adanya aktivitas gas organik di bawah permukaan area terdampak.

Hal tersebut dipaparkan oleh Pakar Geologi sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. R.M. Basuki Rahmad, M.T., dalam koordinasi lintas sektor di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6/2026). Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemkab Sleman, BPPTKG, BRIN, dan Tim UGM.

Prof. Basuki mengatakan bahwa timnya langsung bergerak ke lapangan sesaat setelah fenomena ini mencuat demi mendapatkan data yang objektif dan akurat. Disebutnya, tim UPN datang bersama perwakilan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Jakarta demi melihat langsung titik-titik manifestasi api secara riil di lapangan, bukan sekadar berbasis data dari dalam rumah.

Temukan Keanehan Struktur Batuan

Dari hasil penelusuran di area persawahan yang terletak sekitar dua rumah di belakang lokasi utama, tim asisten peneliti langsung mengambil gambar lubang-lubang manifestasi. Penyelidikan kemudian diperluas hingga ke area sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman warga.

"Di dekat sungai itu kami menemukan singkapan batuan yang masih terganggu (belum terganggu sempurna). Kami pun melakukan pengumpulan data. Di atasnya ada lapisan pasir, di bawahnya ada lapisan lain. Di sini ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, tetapi jika melihat polanya, ini merupakan pola modern saat ini," ujarnya.

Tim peneliti juga sempat melakukan pengujian manual menggunakan pipa paralon yang dimasukkan ke dalam air. Hasilnya, muncul fenomena yang tidak biasa.

"Kami masukkan air, lalu muncul gelembung-gelembung. Kok aneh, gelembung ini tidak seperti lazimnya gelembung di media pasir. Tekanan gelembungnya cukup kuat dan konsisten. Kami temukan juga beberapa rekahan. Rekahan ini mulai mengarah ke timur bawah dan ke bawah. Kami langsung mengambil sampel (sampling)," katanya.

Diduga dari Proses Memasak Bahan Organik

Berdasarkan data awal yang berhasil dihimpun, Prof. Basuki menyebutkan adanya indikasi kuat bahwa sumber api berasal dari aktivitas gas alami di bawah permukaan tanah.

"Berdasarkan data awal yang kami bawa, asumsi kami di bawah rumah tersebut terdapat sebuah sumber yang mengolah atau 'memasak' proses-proses organik, yang kemudian menghasilkan gas," bebernya.

​Meski memiliki latar belakang keilmuan geofisika, ia menegaskan bahwa penemuan bahan organik sebagai sumber gas mengharuskan peneliti untuk menganalisis jalur migrasinya. Tim UPN bahkan kembali ke lokasi dari Sabtu hingga Senin pagi untuk memastikan koneksitas aliran gas tersebut.

"Ke mana arah migrasinya? Mengapa gasnya tertahan di situ? Ini menarik karena memunculkan banyak perspektif yang berbeda. Hari Selasa kami berkoordinasi untuk melakukan pengecekan geofisika (metode geofisika) guna memastikan kondisinya," kata Prof. Basuki.

Saat ini, Tim Geofisika UPN masih terus bekerja di lapangan untuk memetakan konfigurasi lapisan bawah permukaan pasca-kebakaran. Menariknya, ditemukan anomali pada arah kemiringan batuan di lokasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misteri Api di Seyegan Sleman: Pakar Geologi UPN Temukan Keanehan Lapisan Batuan Bawah Tanah :"Ada Gas Organik"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!