143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Peneliti Pustral UGM Bagikan Tips Berkendara Aman, Salah Satunya Istirahat 15 - 30 Menit
JOGJA - Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Jumlah tersebut turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dua gelombang, yakni pada 14 - 15 Maret serta 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
Tujuan utama perjalanan pemudik masih didominasi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan. Untuk mendukung kelancaran mobilitas tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya mengoperasikan posko angkutan Lebaran selama 18 hari mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16 - 17 Maret guna mengurai potensi kepadatan lalu lintas.
Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran perjalanan pemudik, termasuk optimalisasi infrastruktur jalan. Menurutnya, PT Jasa Marga juga menyiapkan empat ruas tol fungsional baru di jaringan Trans-Jawa yang dapat dimanfaatkan pemudik secara gratis.
"Pembukaan jalur tol fungsional ini dirancang untuk mengurai kepadatan di titik-titik bottleneck sehingga distribusi arus lalu lintas bisa lebih lancar," ujar Dwi Ardianta Kurniawan, Sabtu (14/3/2026).
Ia pun menyampaikan, keberadaan jalur tambahan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan darat selama periode mudik Lebaran. Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi pemudik. Salah satunya dengan memanfaatkan ribuan masjid yang berada di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat.
Kemenhub bekerja sama dengan Kemenag untuk memfungsikan sekitar 6.859 masjid sebagai rest area alternatif yang beroperasi selama 24 jam pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Karena itu, ia harap para pemudik memanfaatkan fasilitas ini.
"Masjid-masjid ini dapat menjadi alternatif ketika rest area tol penuh. Pengemudi tetap memiliki tempat untuk beristirahat sejenak sekaligus beribadah," ujarnya.
Dwi menekankan bahwa kesiapan kendaraan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Ia mengingatkan pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Pemeriksaan teknis yang perlu dilakukan meliputi kondisi ban, sistem pengereman, serta berbagai cairan kendaraan seperti oli mesin, cairan radiator, dan minyak rem.
"Mengabaikan kesiapan teknis kendaraan sama saja membuka peluang terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya," tegasnya.
Serta, faktor kelelahan pengemudi juga menjadi perhatian serius. Mengemudi dalam waktu lama berpotensi menurunkan konsentrasi dan memicu microsleep yang berisiko menyebabkan kecelakaan. Karena itu, ia menyarankan pengemudi untuk beristirahat secara berkala selama perjalanan.
"Beristirahatlah minimal 15 - 30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam berturut-turut agar konsentrasi tetap terjaga," katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi lalu lintas dinilai dapat membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Penggunaan aplikasi navigasi digital secara real-time dapat membantu menghindari kemacetan serta memilih rute alternatif. Dwi juga mengingatkan pemudik untuk memantau informasi resmi dari Korlantas Polri terkait rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way), contraflow, maupun pembatasan operasional truk barang.
"Menyesuaikan waktu keberangkatan dengan informasi lalu lintas akan membuat perjalanan lebih lancar dan mengurangi stres selama di jalan,” ungkapnya.
Selain aspek keselamatan, kenyamanan selama perjalanan juga perlu diperhatikan, terutama bagi pemudik yang bepergian bersama anak-anak atau lansia. Pengemudi disarankan memastikan sistem pendingin udara di dalam kendaraan berfungsi dengan baik serta menyiapkan perbekalan yang cukup.
"Siapkan juga kotak P3K, air minum, camilan, serta hiburan sederhana agar suasana perjalanan tetap nyaman meski harus menghadapi antrean di jalan," imbuhnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa mudik Lebaran pada dasarnya merupakan momen untuk merayakan kebersamaan bersama keluarga di kampung halaman. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan.
"Dengan kendaraan yang siap, manajemen kelelahan yang baik, dan perencanaan perjalanan yang matang, mudik bisa berlangsung aman dan nyaman hingga sampai di kampung halaman,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail