Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menargetkan perbaikan jalan pada jalur mudik selesai paling lambat H-7 Lebaran. Hingga saat ini progres penanganan telah mencapai lebih dari 80 persen.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, mengatakan pihaknya telah melakukan survei sejak awal Ramadhan untuk memastikan kondisi jalan yang akan dilalui pemudik tetap aman dan nyaman.
"Awal Ramadan kami sudah survei dan menemukan hampir 58 ruas jalan yang perlu ditangani dengan total panjang sekitar 180 kilometer. Sampai hari ini progresnya sudah lebih dari 80 persen dan insyaallah H-7 Lebaran sudah selesai," ujar Fauzan kepada media, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, puluhan ruas jalan tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur utama mudik, akses wisata, serta jalur alternatif ketika terjadi kemacetan.
"Semua dari 58 ruas itu kita anggap penting karena menjadi jalur prioritas arus mudik, termasuk jalur pengalihan ketika terjadi kemacetan," katanya.
Akan tetapi, Fauzan mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam peningkatan kualitas jalan kabupaten di Sleman. Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten masih berada di angka sekitar 68 persen. DPUPKP Sleman sendiri memiliki kewenangan menangani hampir 700 kilometer jalan kabupaten. Banyak ruas jalan yang sudah berumur lebih dari 10 tahun dan belum mendapatkan penanganan.
"Umur konstruksi jalan di Sleman rata-rata sudah lebih dari 10 tahun belum kita tangani. Bahkan ada yang sejak saya masuk PU 28 tahun lalu baru tahun ini ditangani," ungkapnya.
Menurut Fauzan, kerusakan jalan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kendaraan dengan muatan berlebih hingga aktivitas proyek strategis nasional yang menggunakan akses jalan kabupaten. Selain itu, kondisi geografis Sleman yang berada di lereng Gunung Merapi juga membuat jalan sering dilalui truk pengangkut material tambang.
"Material Merapi banyak melewati jalan kabupaten sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan. Belum lagi kendaraan yang overload, padahal standar jalan itu sekitar lima sampai sepuluh ton. Kalau lebih dari itu tentu cepat rusak," bebernya.
Lanjut Fauzan menyebut, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini juga mempercepat kerusakan jalan.
"Sekarang kita lewat hari ini, besok lewat lagi sudah bisa muncul lubang karena cuaca ekstrem. Itu memang menjadi tantangan dalam penanganan jalan," katanya.
Baca juga: Sambut Pemudik di Sleman, Dishub Siapkan Tujuh Alternatif Hingga Ratusan Lampu Penerangan diperbaiki
Untuk mengantisipasi kerusakan mendadak selama arus mudik dan libur Lebaran nantinya, DPUPKP Sleman menyiapkan tim siaga atau on call yang tetap bekerja meskipun hari libur.
"Kita tidak ada hari libur. Tim on call tetap siap, bahkan habis salat Id pun kalau ada kerusakan yang urgent langsung kita tangani," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung