Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 MARET 2026 • 17:50 WIB

Libur Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Pariwisata Melintas di Sumbu Filosofi Ini Hingga Siapkan Tiga Lokasi Kantung Parkir

Libur Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Pariwisata Melintas di Sumbu Filosofi Ini Hingga Siapkan Tiga Lokasi Kantung ParkirSuasana di kawasan Sumbu Filosofis Tugu Jogja. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan bahwa bus pariwisata tidak diperbolehkan melintas di kawasan Sumbu Filosofi, termasuk di Titik Nol, mulai besok. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan kelancaran arus wisatawan di pusat kota.

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus arus lalu lintas di kawasan Malioboro. Menurutnya, kawasan Malioboro yang menjadi pusat keramaian akan diatur dengan sistem satu pintu masuk agar arus kendaraan tidak saling bertabrakan dari dua arah.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi lonjakan wisatawan menjelang Lebaran, dengan harapan arus lalu lintas di pusat Kota Yogyakarta tetap lancar dan tertib.

"Karena Malioboro itu adalah daerah yang menjadi pusat puncaknya macet sehingga arus yang masuk ke Malioboro kita buat satu pintu. Satu pintunya itu melalui Jalan Mataram," ujar Hasto, pada Kamis (12/3/2026).

Hasto menyebut bahwa bus pariwisata tidak diperbolehkan melintas di kawasan Sumbu Filosofi. Kendaraan besar tersebut akan diarahkan untuk parkir di sejumlah kantong parkir yang telah disiapkan Pemkot.

"Ini bis yang betul-betul kita larang untuk masuk ke Sumbu Filosofi," tegasnya.

Adapun beberapa lokasi parkir yang disiapkan antara lain kawasan Menara Kopi dengan kapasitas sekitar 45 bus serta kantong parkir Ngabean yang mampu menampung sekitar 30 hingga 40 bus. Sementara sebagian bus lainnya akan diarahkan ke Terminal Giwangan.

Baca juga: Progres Terbaru Taman Kota Jogja, Area Lapak Eks PKL Jahit Terban, Hasto :"Bisa Jadi Malioboro Kedua"

Dari lokasi parkir tersebut, wisatawan nantinya dapat melanjutkan perjalanan menuju pusat kota dengan berjalan kaki.

Selain itu, pengaturan kawasan pedestrian Malioboro juga tetap diberlakukan seperti biasa, yakni penutupan untuk kendaraan mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

"Jadwal buka-tutupnya tetap kami jalankan seperti biasa jam 5 sore mulai kita tutup full pedestrian sampai jam 10 malam," kata Hasto.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi potensi kemacetan total di pusat kota meskipun kepadatan kendaraan diperkirakan tetap terjadi saat libur Lebaran.

"Saya berharap tidak deadlock. Para wisatawan yang datang ke Jogja mungkin akan merasakan padat merayap, tapi tidak macet total. Yang penting roda masih berputar," tandas Hasto.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meminta wisatawan tidak ragu melapor jika menemukan praktik yang merugikan seperti parkir nuthuk atau harga makanan yang tidak wajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Libur Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Pariwisata Melintas di Sumbu Filosofi Ini Hingga Siapkan Tiga Lokasi Kantung Parkir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!