Potret suasana Stasiun Jogja jelang Lebaran 2026. (Istimewa)
JOGJA - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memprediksi puncak volume keberangkatan penumpang pada masa angkutan Lebaran akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Tanggal tersebut tercatat sebagai hari dengan pemesanan tiket tertinggi di wilayah Daop 6.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan tingginya permintaan tiket membuat KAI menyiapkan tambahan perjalanan kereta untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang hendak mudik.
"Berdasarkan pantauan tiket, untuk volume tertinggi ataupun puncak diprediksi akan terjadi pada tanggal 24 Maret, hari Selasa. Tanggal tersebut merupakan volume tertinggi pemesanan tiket di Daop 6 Yogyakarta," ujar Feni, Jumat (13/3/2026).
Untuk mendukung angkutan Lebaran, Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan 12 kereta api tambahan. Kereta tambahan tersebut terdiri dari 10 kereta api jarak jauh komersial dan dua kereta api Motoris (Motis).
"Selama angkutan Lebaran kami mengoperasikan 12 kereta api tambahan yang terdiri dari 10 kereta api jarak jauh komersial dan dua kereta Motis, yaitu Motis Tengah dan Motis Selatan," katanya.
Ia menjelaskan layanan Motis tersebut melayani keberangkatan dari Stasiun Purwosari dan Stasiun Lempuyangan. Sementara itu, peningkatan jumlah penumpang juga mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Pada hari ini, Daop 6 memperkirakan sekitar 15 ribu penumpang akan diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta (Tugu), sedangkan jumlah penumpang yang tiba diperkirakan mencapai 18 ribu orang.
"Jika dirata-ratakan ada peningkatan sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan hari biasanya," jelasnya.
Baca juga: Hasil Tinjauan DPD RI Soal Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Daop 6 Jogja
Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar kawasan stasiun, khususnya di area Pasar Kembang dan akses menuju Stasiun Tugu, KAI telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan rekan-rekan Dishub. Nanti akan ada patroli di akses menuju stasiun, terutama di titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan," kata Feni.
Dishub juga akan menyiapkan barikade jalan guna mencegah parkir liar yang kerap mempersempit akses menuju stasiun.
Kemudian, KAI juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa angkutan Lebaran. Daop 6 Yogyakarta telah menjalin kerja sama dengan BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca secara real time.
"Untuk antisipasi cuaca ekstrem, KAI Daop 6 Yogyakarta sudah melakukan MoU dengan BMKG. Setiap hari kami menerima informasi real time selama 24 jam terkait kondisi jalur kereta api,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung