Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 MARET 2026 • 17:25 WIB

Viral Roti Berjamur Ditemukan dalam Menu MBG Kering di Sejumlah Daerah, Pakar UGM Ingatkan Bahaya Mikroorganisme

Viral Roti Berjamur Ditemukan dalam Menu MBG Kering di Sejumlah Daerah, Pakar UGM Ingatkan Bahaya MikroorganismeViral roti berjamur pada menu kering MBG. (Istimewa)

JOGJA - Temuan roti berjamur dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Ratusan roti yang menjadi bagian dari menu MBG kering dilaporkan ditemukan berjamur di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sehingga dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah di daerah lain, antara lain di SMPN 1 Delanggu serta beberapa sekolah dasar di Sumatera Selatan diantaranya SDN 1 Tugu Papak di Kecamatan Semaka, SDN 1 Kanyangan, SDN 1 Negarabatin, SDN 1 Pulau Benawang di Kecamatan Kotaagung Barat, hingga sejumlah SD di wilayah Kotaagung Timur. Menu roti dalam program MBG dipilih karena dinilai praktis dalam penyimpanan dan distribusi, khususnya selama bulan puasa. Namun, sejumlah pihak menilai aspek mutu dan kelayakan konsumsi tetap harus menjadi perhatian utama.

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM, Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D., mengatakan temuan roti berjamur dalam program MBG semestinya menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menurutnya, meskipun program tersebut bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan.

"Peristiwa ditemukannya roti berjamur dalam menu program makan bergizi gratis (MBG) sudah semestinya menjadi perhatian serius banyak pihak. Meski program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi untuk anak sekolah namun aspek keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas utama," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia pun menegaskan bahwa roti yang telah berjamur menunjukkan adanya pertumbuhan mikroorganisme sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.

"Roti yang sudah berjamur memperlihatkan adanya pertumbuhan mikroorganisme, dan berarti produk tersebut tidak layak untuk konsumsi," jelasnya.

Zullies menyebut kejadian tersebut umumnya berkaitan dengan persoalan penyimpanan, distribusi, maupun pengelolaan masa simpan produk yang tidak terkontrol dengan baik.

"Kejadian seperti ini umumnya berkaitan dengan masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, serta pengawasan mutu makanan dalam program MBG perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Menurutnya bahwa roti berjamur biasanya ditumbuhi kapang atau jamur seperti Aspergillus, Penicillium, atau Rhizopus. Beberapa jenis kapang bahkan dapat menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan.

"Contohnya adalah aflatoksin, ochratoxin, atau toksin lainnya, dan itu tergantung jenis kapangnya. Meski tidak semua jamur menghasilkan toksin, secara prinsip makanan yang sudah berjamur tidak boleh dikonsumsi, karena secara awam kita tidak bisa memastikan jenis jamur yang tumbuh dan apakah sudah menghasilkan toksin atau belum," jelasnya.

Baca juga: Polemik BOP & ART, Akademisi UGM Pertanyakan Apakah Indonesia Siap Menghadapi Konsekuensi Jika Kena "Jebakan Batman"?

Ia juga mengungkapkan konsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa memicu gangguan saluran cerna.

"Mengonsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, dan pada sebagian orang bisa menyebabkan gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare," ucapnya.

Selain itu, pada individu tertentu jamur juga dapat memicu reaksi alergi. Bahkan jika makanan yang terkontaminasi mengandung mikotoksin dalam jumlah tertentu, dampaknya bisa lebih serius dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Viral Roti Berjamur Ditemukan dalam Menu MBG Kering di Sejumlah Daerah, Pakar UGM Ingatkan Bahaya Mikroorganisme

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!