JOGJA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menekankan pentingnya generasi muda mempelajari sejarah bangsa sebagai landasan dalam menjaga kedaulatan negara. Pesan tersebut ia sampaikan dalam ceramah tarawih pada kegiatan Ramadan Public Lecture di Masjid Kampus UGM, belum lama ini.
Dalam ceramahnya, Mahfud mengingatkan pesan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang dikenal dengan istilah “Jas Merah” atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Menurutnya, sejarah menyimpan banyak pelajaran yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan bangsa.
"Kalau mau berhasil, lihat masa lalu, apa yang bikin gagal dan berhasil. Belajarlah dari sejarah, lihatlah dirimu kemarin untuk membangun masa depanmu," ujarnya.
Mahfud menilai, tantangan dalam mewujudkan kedaulatan bangsa masih terus muncul hingga saat ini. Dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, menurutnya sering memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai sejauh mana kedaulatan Indonesia benar-benar terjaga.
Baca juga: Isu Reformasi Polri Mengemuka dalam Public Hearing di UGM, Mahfud MD: Semua Ingin Polri Lebih Baik
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya intervensi atau pengaruh politik tertentu yang dapat menggeser sistem demokrasi menuju praktik oligarki. Hal tersebut, kata dia, kini menjadi perbincangan terbuka di tengah masyarakat.
"Tidak bisa dibantah kalau ini sudah menjadi wacana terbuka di mana-mana. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kedaulatan kita berdasar pada demokrasi, kedaulatan rakyat, atau oligarki," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga mengingatkan pentingnya peran setiap elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara. Ia mengutip pemikiran ulama besar Al-Ghazali, yang menyebut bahwa rusaknya rakyat berkaitan dengan kondisi pemerintahannya, sementara rusaknya pemerintahan bisa terjadi karena cendekiawan dan ulama tidak menyampaikan ilmunya secara benar.
"Kalau ingin negara kedaulatannya berada di tangan rakyat, kebijakan harus benar-benar sesuai dengan prinsip bernegara," tegasnya.
Baca juga: Jadi Lulusan Tercepat UGM, Kisah Marlyn Buat Skripsi Tentang Depresi pada Perempuan Menikah
Menurut Mahfud, sebuah negara berpotensi mengalami kehancuran apabila hukum tidak ditegakkan secara adil dan masih terjadi ketimpangan antara rakyat biasa dengan kelompok yang memiliki kekuasaan. Karena itu, upaya menjaga kedaulatan bangsa harus dibarengi dengan penegakan hukum yang adil bagi seluruh warga negara.
"Akan hancur suatu negara jika diperintah dengan cara tidak adil dan zalim. Jadi, kunci kedaulatan itu adalah adanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail