Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 16:10 WIB

Jadi Lulusan Tercepat UGM, Kisah Marlyn Buat Skripsi Tentang Depresi pada Perempuan Menikah

Jadi Lulusan Tercepat UGM, Kisah Marlyn Buat Skripsi Tentang Depresi pada Perempuan MenikahPotret wisudawan Prodi Psikologi Fakultas Psikologi UGM, Marlyn Ivana Trigita, berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan sarjana dengan masa studi tercepat pada wisuda periode Februari 2026. (Istimewa)

JOGJA - Mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Marlyn Ivana Trigita, berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan sarjana dengan masa studi tercepat pada wisuda periode Februari 2026. Ia menuntaskan studi hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan 1 hari, jauh lebih singkat dibandingkan rata-rata masa studi lulusan sarjana yang mencapai 4 tahun 2 bulan.

Marlyn menyelesaikan studinya pada 23 Februari 2026 dan dinobatkan sebagai wisudawan tercepat di antara 1.201 lulusan program sarjana pada periode tersebut. Ia mengaku pencapaian itu tidak terlepas dari strategi belajar yang terarah serta fokus dalam menyelesaikan tugas akhir.

"Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Di skripsi ini, data yang digunakan adalah data sekunder yang sudah dipublikasikan dan divalidasi, sehingga proses pengumpulan data bisa lebih efisien," ujar Marlyn, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, sistem perkuliahan di Psikologi UGM yang telah terstruktur setiap semester turut membantu mahasiswa menjalani alur pembelajaran yang relatif seragam. Perbedaan dinamika perkuliahan baru terasa ketika mahasiswa memasuki semester akhir dan mulai mempersiapkan skripsi.

"Kalau di psikologi, kita dipaketin per semester itu berapa SKS, jadi rata-rata mahasiswa punya rundown yang sama. Dinamikanya mulai terasa ketika masuk semester 6 atau 7," katanya.

Dalam penulisan skripsinya, Marlyn mengangkat isu kesehatan mental perempuan dalam konteks relasi kuasa di keluarga. Skripsinya berjudul Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia. Penelitian tersebut menganalisis hubungan antara tingkat otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga dan risiko depresi.

Kajian itu terinspirasi dari pemikiran filsuf Prancis, Michel Foucault, mengenai relasi kuasa dalam praktik sosial. Dalam masyarakat yang masih memiliki kecenderungan patriarkal, pembagian kuasa dalam keluarga kerap tidak berjalan setara.

Di sisi lain, Marlyn juga menggunakan pendekatan teori self-determination dalam psikologi yang menempatkan otonomi sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting bagi kesehatan mental.

"Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya," kata Marlyn.

Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini Jadi Wisudawan Tercepat Sarjana Terapan Sekolah Vokasi UGM

Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang memuat ribuan responden dan berbagai variabel sosial. Melalui data berskala besar tersebut, Marlyn menganalisis hubungan antara otonomi pengambilan keputusan perempuan menikah dan peluang terjadinya depresi.

Namun, ia mengakui proses pengolahan data menjadi tantangan tersendiri. Salah satu tahap yang paling memakan waktu adalah data cleaning karena jumlah data yang mencapai ribuan dengan variabel yang sangat beragam.

"Data cleaning adalah salah satu proses paling rumit karena datanya ribuan dan variabelnya banyak. Jadi untuk memilah mana yang relevan itu cukup memakan waktu," ujarnya.

Selain itu, Marlyn juga menyoroti fenomena shadowed autonomy, yaitu kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan keluarga, tetapi keputusan tersebut tidak sepenuhnya didasarkan pada kehendak pribadinya. Ia menyebut dukungan berbagai pihak turut membantu kelancaran penyusunan skripsinya, mulai dari dosen pembimbing yang responsif hingga lingkungan pertemanan yang suportif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jadi Lulusan Tercepat UGM, Kisah Marlyn Buat Skripsi Tentang Depresi pada Perempuan Menikah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!