Jumat, 24 JULI 2026 • 19:35 WIB

Malioboro Bebas Kendaraan Akhir November 2026, Kata Walkot Hasto Soal Nasib Akses Hotel, Toko, dan Sekolah

Author

Kawasan Malioboro. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kian memantapkan persiapan pemberlakuan kawasan bebas kendaraan bermotor secara penuh (full pedestrian) di koridor Malioboro pada akhir November 2026 mendatang. Menjelang eksekusi kebijakan tersebut, Pemkot Yogyakarta menerjunkan tim khusus untuk memetakan dan mengkaji setiap jalan sirip yang terhubung ke kawasan ikonik tersebut.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa penataan jalan-jalan sirip menjadi fokus krusial agar penerapan full pedestrian tidak mengganggu aktivitas warga maupun perekonomian lokal. Sebab, setiap jalan sirip memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), akses putar balik kendaraan, hingga ketersediaan lokasi parkir.

"Yang harus kita kondisikan secara serius, maka kami minggu ini menurunkan tim, satu sirip itu satu tim, satu sirip satu tim untuk mengkaji. Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri. Masalah pedagangnya sama masalah bisa nggak kendaraan itu putar balik, ada nggak kantong parkirnya," ujarnya, saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Malioboro Terlalu Padat, Wali Kota Hasto Siapkan Taman Pintar Kedua di Giwangan : Edukasi Transportasi Laut-Udara

Hasto menjelaskan, temuan dan data rinci dari tim lapangan tersebut akan langsung dibawa ke meja rapat bersama Pemda DIY dan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY secara berkala mulai pekan depan.

Menurutnya, penataan ini juga mempertimbangkan secara cermat arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarsa Dalem), agar denyut sosial dan ekonomi warga sekitar seperti aktivitas loading barang hingga antar-jemput sekolah tetap terfasilitasi dengan baik.

"Nah kami merencanakan minggu depan ini kami akan rapat satu persatu sirip itu, terus keputusannya sirip ini harus bagaimana, sirip ini harus bagaimana. Termasuk ada pertimbangan Ngarsa Dalem ada loading dari hotel, ada dari toko-toko, kemudian juga kalau pagi hari ada mengantar anak sekolah dan sebagainya itu menjadi pertimbangan," jelasnya.

Lanjut Hasto menambahkan, proses pembahasan teknis pemetaan sirip ini intentionally dilakukan dalam beberapa tahapan agar pengambilan keputusan di setiap ruas jalan dapat tepat sasaran dan memberikan solusi konkret.

"Insyaallah minggu depan kami secara bertahap akan rapat bersama dengan Sekda dan timnya di provinsi untuk misalkan 4 sirip dulu, oh ini kita putuskan begini des gitu. Terakhir itu nanti berikutnya 4 sirip lagi, akhirnya semua sirip tereksekusi/terputuskan," tandas Hasto.

Pemasangan 20 Portal dan Pengaturan Akses Wisatawan

Diketahui, pemberlakuan full pedestrian pada akhir November 2026 ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari rangkaian uji coba yang telah digelar sebelumnya. Selain pemetaan teknis jalan sirip, Pemda DIY juga tengah menggodok skema drop-off khusus bagi wisatawan yang datang menggunakan bus pariwisata.

Sebagai pendukung infrastruktur penataan lalu lintas, Pemda DIY mengalokasikan anggaran sekitar Rp 230 juta untuk pengadaan dan pemasangan portal otomatis/pembatas di jalan-jalan sirip. Pemasangan portal ini bertujuan menggantikan pagar pengaman lama yang rusak dan telah diproses secara bertahap sejak Juni 2026.

Baca juga: Bye-Bye Becak Motor! Malioboro Masuki Era Bekalista Garapan SMKN 3 Jogja diresmikan Menkeu Purbaya Bersama Sultan HB X

Secara total, sebanyak 20 unit portal otomatis akan disiagakan di 13 titik jalan sirip yang terhubung langsung ke koridor utama Malioboro, yakni antara lain :

  • Jalan Abu Bakar Ali (1 unit)
  • Jalan Sosrowijayan (2 unit)
  • Jalan Perwakilan (2 unit)
  • Jalan Sosrokusuman (1 unit)
  • Jalan Dagen (2 unit)
  • Jalan Pajeksan (2 unit)
  • Jalan Suryatmajan (2 unit)
  • Jalan Ketandan Kulon (1 unit)
  • Jalan Beskalan (1 unit)
  • Jalan Remujung (1 unit)
  • Jalan Pabringan (2 unit)
  • Jalan Reksobayan Selatan (2 unit)
  • Jalan Sosromenduran (1 unit)

Kendati demikian, berdasarkan rilis Pemda, pengoperasian portal otomatis ini diharapkan mampu memperketat kontrol akses lalu lintas serta mencegah kendaraan bermotor menerobos masuk ke koridor utama Malioboro saat jam pedestrian diberlakukan.

Hal ini sekaligus menjadi batu lompatan untuk mendorong integrasi moda transportasi ramah lingkungan di kawasan cagar budaya tersebut, salah satunya penggunaan becak listrik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU