Rabu, 03 JUNI 2026 • 17:25 WIB

50 Bentor di Kota Jogja Dimusnahkan Hari Ini Langsung digantikan Becak Listrik dari KAI yang Kucurkan Rp 1 Miliar, Dishub : Sudah Ada Surat Izin

Author

Potret becak listrik baru yang dimiliki Kota Jogja, diletakkan di halaman KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kantor Dishub Kota Yogyakarta, pada Rabu (3/6/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Pemerintah Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 50 unit becak listrik kepada Paguyuban Pengayuh Becak Kota Yogyakarta.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kantor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026), yang juga dirangkaikan dengan penghancuran simbolis 50 unit becak motor sebagai bagian dari program transformasi transportasi tradisional menuju moda yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan pengadaan 50 unit becak listrik merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT KAI Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program transformasi becak motor dan becak kayu yang beroperasi di kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta, khususnya Jalan Malioboro dan sekitarnya.

"Program pengadaan becak listrik sejumlah 50 unit ini adalah CSR dari PT KAI Indonesia sebagai bentuk komitmen dan dukungan kepada Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta dalam program transformasi becak motor dan becak kayu yang beroperasional di Sumbu Filosofis, khususnya Jalan Malioboro dan sekitarnya, sebagai bagian mewujudkan Low Emission Zone," ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh becak listrik yang diserahkan telah memperoleh registrasi resmi dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melalui penerbitan Surat Izin Operasional Kendaraan Tidak Bermotor (SIOKTB) dan Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor (TNKTB).

"Kehadiran becak listrik ini diharapkan dapat menjadi moda transportasi tradisional wisata yang lebih nyaman, efisien, aman atau berkeselamatan, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon di jantung Kota Yogyakarta," ujarnya.

Menurut Agus, program tersebut juga sejalan dengan misi pembangunan Kota Yogyakarta yang tertuang dalam RPJMD 2024–2029. Selain penyerahan becak listrik, kegiatan ini ditandai dengan penghancuran 50 unit becak motor yang secara bertahap akan digantikan oleh armada becak listrik.

"Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga citra Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pariwisata, dan kota yang peduli terhadap keselamatan serta lingkungan hidup," katanya.

Agus mengapresiasi kontribusi PT KAI dalam mendukung pengembangan transportasi wisata berkelanjutan di Yogyakarta.

"Kami berharap virus kebaikan dari PT KAI ini cepat menular kepada segenap pimpinan BUMN, perusahaan swasta, perorangan, dan segenap masyarakat untuk berkenan mengalokasikan Corporate Social Responsibility secara spesifik untuk transformasi becak motor ke becak listrik ini," tuturnya.

Baca juga: Wajah Baru Jantung Kota Jogja, Pemkot Ubah TKP Senopati Jadi Pangkalan Resmi Andong dan Becak, Para Kurir Bakal Kenakan Lurik

Penghancuran 50 becak motor Kota Yogyakarta, Rabu 3 Juni 2026 yang berlangsung di KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kantor Dishub Kota Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan Pemda DIY memiliki komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan hidup.

Menurutnya, transformasi becak motor menjadi becak listrik merupakan bagian dari langkah strategis untuk mendukung Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai kawasan rendah emisi.

"Penghapusan becak motor yang dilaksanakan pada hari ini bukan semata-mata penggantian alat transportasi, melainkan merupakan bagian dari langkah strategis dalam mengurangi tekanan lingkungan dan mendukung terwujudnya Low Emission Zone atau kawasan rendah emisi di wilayah Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta," ujar Eni.

Ia menjelaskan langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat pencemaran udara, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

"Transformasi menuju penggunaan becak listrik juga merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi transportasi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan tanpa menghilangkan identitas serta nilai budaya yang melekat pada moda transportasi tradisional Yogyakarta," jelasnya.

Eni turut menyampaikan apresiasi kepada PT KAI yang telah menunjukkan komitmen nyata melalui program TJSL dengan memberikan bantuan becak kayu bertenaga listrik kepada para pengemudi becak di Yogyakarta.

Sehingga menurutnya, kehadiran becak listrik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengemudi, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi.

"Bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian sarana transportasi, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian moda transportasi khas Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan pariwisata yang tinggi," katanya.

Di sisi lain, Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menegaskan KAI tidak hanya berfokus pada layanan transportasi penumpang dan barang, tetapi juga berkomitmen mendukung program-program yang berkaitan dengan lingkungan.

"Kereta api tidak hanya hadir untuk melayani penumpang saja, tetapi juga harus bermanfaat bagi lingkungan secara keseluruhan," ujar Bambang.

Ia mengungkapkan bantuan 50 unit becak listrik tersebut merupakan hasil sinergi antara program ramah lingkungan yang dimiliki KAI dengan kebijakan Pemerintah Daerah DIY dalam mengurangi penggunaan becak motor.

"CSR yang kami alokasikan hampir Rp1 miliar. Kami melihat Pemprov Yogyakarta memiliki program menggantikan becak bermotor menjadi becak listrik yang lebih ramah lingkungan, sehingga program ini menjadi selaras dengan komitmen lingkungan yang juga dimiliki KAI," ungkapnya.

Baca juga: Dianggap Ilegal, 50 Bentor di Jogja Siap Dimusnahkan Demi Becak Listrik Saat HUT Pemkot ke-79

Selain becak listrik, lanjut Bambang, KAI juga menjalankan berbagai program keberlanjutan lainnya, termasuk pemanfaatan energi surya melalui pemasangan solar cell.

"Insya Allah program ini akan terus berlanjut. Lima puluh unit ini menjadi tahap pertama dan akan dievaluasi karena produknya masih baru. Ke depan kami berharap dapat terus mendukung program-program yang berorientasi pada lingkungan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU