Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 18:45 WIB

Dianggap Ilegal, 50 Bentor di Jogja Siap Dimusnahkan Demi Becak Listrik Saat HUT Pemkot ke-79

Dianggap Ilegal, 50 Bentor di Jogja Siap Dimusnahkan Demi Becak Listrik Saat HUT Pemkot ke-79Kepala Bidang Perparkiran Dinas Dishub Kota Yogyakarta, Imanudin Aziz. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kawasan wisata ikonik Malioboro bersiap memasuki era baru yang bebas emisi. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta secara resmi mengambil langkah berani dengan menghapus operasional becak motor (bentor) secara bertahap dan menggantinya dengan becak listrik yang ramah lingkungan. Kebijakan ini ditandai dengan pemusnahan bentor-bentor lama milik kusir setelah diserahkan secara resmi oleh para pengemudi, guna memastikan kendaraan tersebut tidak beroperasi lagi di tempat lain.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Dishub Kota Yogyakarta, Imanudin Aziz, menjelaskan bahwa langkah ini diawali dengan penyaluran bantuan 50 unit becak listrik yang bersumber dari salah satu perusahaan BUMN (PT KAI).

"Kenapa itu dihancurkan? Karena memang ada bantuan yang saat ini jumlahnya baru 50. Nah 50 ini sebenarnya agar para pengemudi bentor itu lebih ramah lingkungan, lebih manusiawi sehingga kemudian ada substitusi dari becak motor," ujarnya, saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (29/5/2026).

Dianggap Tak Layak Jalan

Aziz mengungkapkan, selama ini operasional bentor dikategorikan ilegal secara administratif dan tidak memenuhi standar keselamatan di jalan raya. Hal ini dikarenakan adanya ketidaksesuaian antara dokumen resmi kendaraan dengan modifikasi fisik di lapangan.

"Yang jelas itu kategorinya memang tidak memungkinkan ya untuk layak jalan, karena memang antara surat dengan kondisi fisik kan tidak memenuhi syarat," katanya.

Baca juga: Babak Baru Little Aresha: Rekening Pelaku Diblokir, Tim Hukum Pemkot Kantongi Kuasa 125 Orang Tua Korban

Untuk tahap awal, kata dia, kawasan Malioboro dan sekitarnya menjadi prioritas utama sterilisasi bentor. Dishub menargetkan kawasan wisata tersebut nantinya hanya akan diisi oleh kendaraan tradisional atau kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Harapannya nanti ke depannya di Malioboro yang beroperasi itu ya becak listrik," ucap Aziz.

Terkait siapa saja yang berhak mendapatkan pergantian armada ini, ia memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan melibatkan komunitas bentor itu sendiri.

"50 ini sudah fiks nama-namanya dan itu hasil komunikasi Dishub, PT KAI, kemudian Pemprov, dan itu juga dengan komunitas bentor," jelas Aziz.

​Sementara itu, Pj Sekda Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan bahwa momentum migrasi massal dari bentor ke becak listrik ini sengaja digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemkot Yogyakarta.

Ia menyebut, mekanisme penukaran pun dibuat sangat ketat. Bentor harus dihancurkan terlebih dahulu di lokasi sebelum unit becak listrik yang baru bisa dibawa pulang oleh pemiliknya.

"Becak motor itu nanti akan dihancurkan di sana kemudian setelah dihancurkan akan diberikan kepada si pemilik becaknya. Kemudian dia pulang dulu bawa becak listrik," beber Dedi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dianggap Ilegal, 50 Bentor di Jogja Siap Dimusnahkan Demi Becak Listrik Saat HUT Pemkot ke-79

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!