Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 17:55 WIB

Bantaran Kali Code Bakal Disulap Jadi Ruang Publik Nyaman, Wamen Perumahan Janjikan Prioritas Anggaran Pusat Demi Jadi Pelopor Nasional

Bantaran Kali Code Bakal Disulap Jadi Ruang Publik Nyaman, Wamen Perumahan Janjikan Prioritas Anggaran Pusat Demi Jadi Pelopor NasionalWali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (kiri), saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI, Fahri Hamzah (kanan) ke Kampung Lampion, pada Jumat (29/5/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membutuhkan anggaran sekitar Rp56 miliar untuk menuntaskan penataan kawasan bantaran Kali Code. Proyek infrastruktur ini direncanakan untuk menyambungkan jalur sepanjang 4 kilometer aliran sungai yang saat ini kondisinya belum tertata.

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI, Fahri Hamzah, ke Kampung Lampion dan kawasan permukiman Giwangan, Umbulharjo, pada Jumat (29/5/2026).

Hasto menjelaskan bahwa penataan ini krusial untuk menyambungkan akses jalan inspeksi sungai sekaligus membenahi kawasan permukiman di sepanjang bantaran agar menjadi lebih rapi dan aman bagi warga.

"Kali Code ini masih ada empat titik yang harus kita selesaikan seperti ini, agar jalan di tepi sungai Code ini nyambung dari satu titik ke titik yang lain sebagai jalan inspeksi sungai," ujarnya.

Jalur inspeksi tersebut, kata Hasto, tidak sekadar menjadi pembatas sungai, melainkan memiliki fungsi vital sebagai akses darurat dalam mitigasi bencana maupun pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kalau ada kebakaran, kemudian juga kalau ada yang sakit ambulannya bisa masuk," katanya.

Berdasarkan pemetaan Pemkot Yogyakarta, panjang kawasan Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta dari batas Kabupaten Sleman hingga batas Kabupaten Bantul dan belum tertata seluruhnya mencapai 4 kilometer.

"Sisa dari panjangnya sekitar 4 kilo masih 4 kilo. Jadi untuk Kali Code supaya semua terhubung dari batas Sleman sampai ke batas Bantul yang lewati kota masih 4 kilo," bebernya.

Untuk merealisasikan proyek infrastruktur ini, Pemkot Yogyakarta memperkirakan biaya konstruksi dan penataan memerlukan dana sekitar Rp14 milar untuk setiap kilometernya.

"Kalau anggaran 1 kilo itu hampir Rp 14 miliar. Sehingga totalnya kalau 4 kilo itu ya masih 14 kali 4. Sehingga mungkin juga masih Rp 56 miliar lah kurang lebih untuk menata sisa itu," ungkap Hasto.

Ia pun optimistis model penataan bantaran sungai yang tengah dijalankan di Yogyakarta ini layak diadopsi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia, mengingat kemiripan karakteristik permasalahan wilayah urban.

"Kami juga sungai Code ini bisa menjadi percontohan sungai-sungai di tengah kota yang lain, karena masalahnya hampir sama ketika kita ada sungai di tengah kota pasti masalahnya juga sampah," tuturnya.

Selain itu, menurutnya langkah tegas lain akan diambil Pemkot Yogyakarta dengan menertibkan berbagai bangunan liar yang berdiri di badan sungai demi menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami juga menurunkan alat-alat berat di sungai Code ini. Kemarin ada kandang ayam, kemudian ada keramba, bahkan ada kandang kambing, kita gusur semuanya supaya badan sungai jadi bersih," imbuh Hasto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bantaran Kali Code Bakal Disulap Jadi Ruang Publik Nyaman, Wamen Perumahan Janjikan Prioritas Anggaran Pusat Demi Jadi Pelopor Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!