Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 12:40 WIB

Tragedi Glamping Temanggung: Satu Korban Tewas Merupakan Fotografer Keraton Jogja

Tragedi Glamping Temanggung: Satu Korban Tewas Merupakan Fotografer Keraton JogjaProsesi pemakaman sosok Bagas dan keluarganya. (Istimewa)

JOGJA - Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian empat anggota keluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda saat berkemah di kawasan wisata Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan fotografer muda tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta sekaligus mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagas Amar Hakiki (21).

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan barbeque yang dibawa dan dikonsumsi sendiri oleh para korban selama aktivitas berkemah tersebut. Saat ini, sampel makanan telah diamankan dan sedang diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, sementara proses autopsi masih berjalan.

"Kalau indikasi awal kemungkinan keracunan. Barbeque yang dibawa sendiri oleh korban," ujarnya Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Kedatangan Dubes Inggris untuk RI di Jogja, GKR Mangkubumi Buka Peluang Bahas Manuskrip Keraton Jogja yang Masih di Inggris

Kronologi penemuan jasad satu keluarga ini bermula saat petugas lokasi wisata mendatangi area kemping korban.

"Petugas curiga karena waktu checkout para korban telah habis, namun tidak ada aktivitas di sekitar tenda," bebernya.

Selain Bagas, tiga korban lain yang ditemukan meninggal dunia adalah Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), dan Alvino Evan Hakim (16). Ketiganya diketahui merupakan warga Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kabar berpulangnya Bagas menyisakan duka mendalam di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, mengungkapkan bahwa Bagas adalah bagian dari tim inti dokumentasi sebagai fotografer lepas.

Perjalanan karier Bagas di Keraton dimulai saat ia mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada tahun 2024 lalu. Karena performa dan bakatnya yang luar biasa, Bagas langsung direkrut setelah masa magangnya usai.

"Dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua temannya menjadi bagian dari tim dokumentasi sebagai fotografer lepas," ujar Kartiutami.

Baca juga: Penghematan, Sultan HB X Ungkap Garebeg Besar Ini Hanya digelar Internal Keraton

Di mata rekan kerjanya, Bagas dikenal sebagai sosok anak muda yang ringan tangan, penuh dedikasi, dan sangat mudah diandalkan.

"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," pungkas Kartiutami.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Konfirmasi Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tragedi Glamping Temanggung: Satu Korban Tewas Merupakan Fotografer Keraton Jogja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!