JOGJA - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmadi, M.Sc., menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah kurban tidak terletak pada hewan yang disembelih. Menurutnya, esensi sejati dari kurban adalah ketakwaan, keikhlasan, serta kepedulian sosial yang tumbuh setelahnya.
Hal tersebut disampaikan Nurmadi saat bertindak sebagai khatib dalam Sholat Idul Adha 1447 H yang berlangsung di Halaman Kampus UMY, Rabu (27/5) pagi. Pelaksanaan Sholat Idul Adha di kampus UMY ini dimulai tepat pukul 06.30 WIB. Bertindak sebagai imam adalah Nanda Ardika yang merupakan Imam Masjid Kampus UMY. Anggota civitas academica dan warga sekitar tampak memadati halaman kampus dengan khidmat sejak pagi hari.
Dalam khutbahnya, Guru Besar di bidang smart governance ini menyerukan agar momentum Idul Adha dimanfaatkan secara nyata untuk mengikis sifat kikir dan cinta dunia yang kerap melekat pada diri manusia.
"Ibadah qurban yang kita lakukan bukan sebatas menyembelih hewan saja. Kurban mengandung pesan untuk mengikis sifat kikir dan cinta dunia, menumbuhkan kepedulian sosial karena daging kurban dibagikan kepada fakir miskin," ujar Nurmadi di hadapan jamaah.
Baca juga: Tak Mau Bangun SPPG di Kampus, UMY Usulkan Cara Lain Dukung MBG
Nurmadi kemudian memperkuat argumennya dengan mengutip Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 37. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT tidak melihat fisik dari hewan yang dikurbankan, melainkan ketulusan hati hamba-Nya.
"Daging maupun darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban yang sampai kepada-Nya," jelasnya.
Selain itu, Nurmadi juga mengajak seluruh civitas academica UMY dan masyarakat yang hadir untuk merefleksikan kembali kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.
"Ada tiga nilai utama yang wajib dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni ketaatan mutlak kepada Allah, keikhlasan dan kesabaran, serta kesediaan untuk berkorban," tuturnya.
Semangat pengorbanan ini, lanjut Nurmadi, erat kaitannya dengan persatuan umat Islam, sebagaimana yang tecermin dalam ibadah haji di tanah suci. Di mana jutaan Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam posisi yang setara.
"Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui ketaatan, memperkuat hubungan dengan sesama melalui kepedulian, dan memperkuat hubungan dengan diri sendiri melalui keikhlasan dan kesabaran," ucap Nurmadi.
Baca juga: Soal MBG di Kampus, UMY Ingatkan Pemerintah Jangan Geser Fungsi Tri Dharma
Di akhir khutbah, Nurmadi turut menyelipkan pesan penting mengenai kehidupan bermasyarakat. Ia mendorong jamaah untuk terus memperbaiki etika dalam keluarga dan sosial, sekaligus menjaga kesehatan fisik.
"Kesehatan yang prima adalah modal utama untuk dapat beribadah secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi orang lain," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA