JOGJA - Pihak civitas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjemput seorang mahasiswa yang sempat diamankan oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) usai mengikuti aksi demonstrasi pada Selasa 24 Februari 2026. Mahasiswa tersebut kemudian dipulangkan ke kosnya di kawasan Pogung, Sleman.
Staf Ahli Bidang Hukum UNY, Anang Priyanto, mengatakan dirinya diminta langsung oleh Rektor UNY untuk mendampingi proses penjemputan mahasiswa tersebut di Polda.
"Pak Rektor itu ditelepon oleh Pak Kapolda, ini putranya jenengan (mahasiswa Anda) kami tahan. Pak Rektor telepon saya, 'Pak Anang ayo ke Polda.' Ya sudah, saya ambil anaknya, kita ke sana,” ujar Anang di kampusnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, pertemuan dengan pihak kepolisian berlangsung pada malam hari sekitar pukul 21.00 hingga 24.00 WIB. Setelah itu, mahasiswa tersebut dibawa pulang ke kos dan orang tuanya dihubungi.
"Kita ambil, kita bawa pulangkan ke kosnya, kita laporkan orang tuanya. Orang tuanya nangis-nangis waktu ditelepon," katanya.
Terkait alasan penahanan, Anang menyebut mahasiswa itu diduga ikut dalam aksi demonstrasi. Namun, berdasarkan pengakuan mahasiswa yang bersangkutan, ia hanya menonton dan terbawa arus massa.
"Tapi anaknya bilang 'Saya hanya nonton, Pak." Katanya kedorong massa dan tidak sempat lari," ucapnya.
Dalam hal ini, Anang menegaskan, tidak ada informasi mengenai tindakan pidana yang dilakukan mahasiswa tersebut.
"Oh enggak," tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Kapolda kepada jajarannya agar penanganan aksi demonstrasi dilakukan secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan.
"Kami menyampaikan dari pak Kapolda bahwa sekarang kalau menangani demo jangan menggunakan gas air mata, jangan melakukan kekerasan. Itu kata Pak Kapolda. Jadi harus humanis. Itu ciri khas Jogja cara menangani," kata Anang.
"Tidak hanya sempat ditahan, kata dia, mahasiswa tersebut sempat mengalami luka yang membuatnya dijahir. Namun, Anang menyebut pelaku pemukulan bukan dari pihak kepolisian.
"Dijahit, dia sudah sehat.Tapi katanya bukan polisi loh (yang mukul). Saya enggak nuduh," ujarnya.
Menurutnya, kondisi mahasiswa kini sudah membaik dan sempat ditawari untuk dibawa ke rumah sakit, namun menolak karena merasa sudah bisa berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung