Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Cegah Perdana Arie Kedua, UNY Bergerak Minta Pendampingan dari Kampus untuk Rekannya yang Tertangkap Aksi Ricuh di Polda

Cegah Perdana Arie Kedua, UNY Bergerak Minta Pendampingan dari Kampus untuk Rekannya yang Tertangkap Aksi Ricuh di PoldaMahasiswa UNY (tengah) yang diduga terlibat kericuhan dalam aksi di Polda DIY pada Selasa (24/2) malam. (Istimewa)

JOGJA - Aktivis mahasiswa UNY Bergerak menanggapi penangkapan salah satu rekannya, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 25 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang diduga terlibat kericuhan dalam aksi di Polda DIY pada Selasa (24/2) malam.

Mewakili UNY Bergerak, G, yang enggan disebut namanya, menyayangkan aksi tersebut karena menurutnya mahasiswa UNY yang ikut tidak tahu tuntutannya apa dan belum siap secara teknis maupun secara organisasi. Namun, jika akan melakukan aksi, mereka sudah mengimbau kepada rekan - rekannya untuk memperhatikan kondisi sebelum mengikuti aksi.

"Adanya aksi kemarin yang kita sendiri ajak tidak tahu tuntutannya apa, belum siap secara teknis lapangan dan organ-organ aksinya itu belum ada tapi organ - organ aksinya dari UGM, sebenarnya dari sana. Kami khawatir, dari pengalaman kasus Arie sebelumnya, kita jadi belajar lebih berhati-hati menjaga teman-teman dari kampus. Untungnya mahasiswa yang ditangkap kemarin langsung dijemput pihak kampus dan tidak sampai dikasuskan seperti Perdana Arie," ujarnya kepada wartawan di kampus, Rabu (25/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa dari pihak kampus sebelumnya tidak terlihat kontribusi signifikan selama masa kasus Perdana Arie, bahkan ada narasi dari Polda diperkuat statement civitas UNY di media yang menegaskan bahwa kasus tersebut adalah tindak kriminal, sehingga mahasiswa merasa enggan untuk mendapat dukungan.

Baca juga: Fakta - Fakta Kericuhan Demo di Polda DIY 24 Februari 2026 : Gelar Salat Gaib untuk Pelajar Maluku Hingga Ormas Bantu Bubarkan Aksi

Sehingga, menurut dia pihak kampus harus belajar dari kasus yang menimpa Perdana Arie dengan memberikan perlindungan hukum.

"Ada pendampingan lah. Jadi mereka harusnya sudah belajar dari kasusnya Ari. Karena selama yang kasus menimpa Ari itu dari kampus tidak ada kontribusi yang kelihatan. Karena ya dari awal kan pihak Polda itu sudah mempropagandakan atau menarasikan itu kriminal dan itu diperkuat oleh pernyataan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, ini yang menganggap UNY-nya tidak bisa mendampingi karena pernyataan tersebut. Kayak mem-brainwash anak-anak UNY-nya sehingga menganggap ini benar-benar kriminal. Ngapain kita mendukung?," ungkapnya.

Oleh karena itu, UNY Bergerak kembali menekankan pentingnya pendampingan hukum dan perhatian dari pihak kampus agar setiap mahasiswa yang terlibat aksi tidak dirugikan atau agar tidak ada kasus "Arie kedua".

"Semoga kasus Arie ini membuat UNY lebih peduli dan siap ketika ada kasus-kasus serupa di masa depan. Mereka harusnya sudah belajar dari kasus Arie," pungkasnya.

Baca juga: Polda DIY Angkat Bicara soal Aksi 24 Februari yang Ricuh : Serahkan 3 Mahasiswa ke Rektorat yang Sempat diamankan Hingga Bantah Ada Gas Air Mata

Diberitakan sebelumnya, Aksi penyampaian aspirasi atau unjuk rasa yang berlangsung di depan Markas Polda DIY pada Senin 24 Februari 2026 malam hari sempat memanas dan berujung pada pengrusakan pagar sisi timur kantor kepolisian tersebut.

Dalam kejadian tersebut, polisi sempat mengamankan tiga mahasiswa berasal dari UNY, UGM, dan UPN. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus, ketiganya diserahkan kembali ke rektorat sekitar pukul 22.30 WIB. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cegah Perdana Arie Kedua, UNY Bergerak Minta Pendampingan dari Kampus untuk Rekannya yang Tertangkap Aksi Ricuh di Polda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!