Warga berhamburan keluar karena Gempa Magnitudo 4,5 guncang Bantul, Senin (27/1/2026). (Istimewa)
JOGJA - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali dibuat kaget oleh gempa bumi yang berpusat di wilayah Bantul, Selasa (27/1/2026) siang. Getaran dirasakan cukup kuat sehingga beberapa orang memilih keluar dari bangunan untuk menghindari risiko.
Budiman (41), salah satu pengunjung kafe di kawasan Jalan Sutomo, Danurejan, Kota Yogyakarta, mengaku sedang mengikuti rapat daring ketika gempa terjadi.
"Tadi saya lagi zoom meeting, terus tiba-tiba ada getaran di tanah. Awalnya saya kira apa, ternyata gempa. Terasa lumayan kencang, sempat panik juga," ujarnya.
Ia menyebut, sejumlah pengunjung langsung keluar ruangan untuk memastikan kondisi aman.
"Kita keluar sebentar. Padahal tadi pagi katanya juga sudah ada gempa di Pacitan," kata Budiman.
Hal serupa dialami Hari (27), pegawai kafe yang sedang melayani pesanan minuman saat gempa berlangsung.
"Tadi saya lagi bikin kopi, terus kok goyang. Yang di lantai dua juga turun sebentar. Tapi akhirnya aman. Sempat deg-degan juga," ungkapnya.
Nayla (19), seorang mahasiswi yang berada di lokasi, juga mengaku kaget saat merasakan getaran.
"Tadi lagi ngetik tugas, kaget juga. Sempat lihat-lihatan sama yang lain. Semoga aman saja Jogja," tuturnya.
Baca juga: Hendak Senggol Bacok Usai Laka Lantas, Polsek Jetis Amankan Dua Pemuda Bawa Celurit
Gempa bumi yang berpusat di wilayah Bantul, Selasa (27/1/2026) siang (Istimewa)
Sementara itu, seorang pekerja swasta di Gedung Pasific, Kabupaten Sleman, Adi (29), mengatakan tidak begitu panik meski gempa terasa cukup kuat.
"Saya di lantai 1, cuma turun 1 lantai ke G pakai tangga. Ada yang dari lantai 5, turun 5 lantai. Kalau Pasific Building udah ada pelatihan evakuasi bencana, jadi turun kondusif tidak ada kepanikan berlebih," ujarnya.
Meski begitu, dirinya dan rekan-rekannya tetap waspada dan menunggu sekitar 15 menit sebelum kembali masuk ke dalam gedung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Konfirmasi Langsung