Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JANUARI 2026 • 16:35 WIB

Cerita Abdul Mu'ti Namanya Pernah Jadi Framing Medsos :"Pentingnya Etika Pemanfaatan Teknologi"

Cerita Abdul Mu ti Namanya Pernah Jadi Framing Medsos : Pentingnya Etika Pemanfaatan TeknologiMendikdasmen Abdul Mu’ti, usai hadiri acara di UNY, Sabtu (24/1/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama terkait validitas informasi, perubahan perilaku, dan etika digital.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa AI bisa menghadirkan tantangan serius bila data yang diunggah tidak tepat. Ia memberi contoh kasus dirinya yang memiliki nama sama dengan penulis lain.

"Ternyata banyak tulisan Abdul Mu'ti, tapi itu bukan tulisan saya. Ini problem validitas karena AI merangkum semua yang diunggah orang," ujarnya dihadapan forum education yang diselenggarakan INKA UNY, pada Sabtu (24/1/2026).

Ia pun menekankan pentingnya memastikan sumber yang benar agar AI tidak meniru hal-hal negatif.

"Kalau yang diunggah tidak baik-baik, nanti misuh-misuhnya lebih canggih juga, bahkan bisa memberi contoh cara misuh orang Jogja, cara misuh orang Surabaya," ucapnya.

Abdul Mu’ti juga menyinggung aspek neurologis dalam penerimaan informasi. Ia mengutip buku "Born to Believe" karya Burke, yang menyebutkan bahwa otak manusia adalah "bagian tubuh yang paling jujur karena apapun yang ditangkap otak dianggap benar dan disimpan." Menurutnya, informasi yang masuk ke otak, baik atau buruk, akan memengaruhi perilaku dan perkataan seseorang.

"Kalau yang masuk itu yang baik-baik, maka yang keluar juga baik. Tapi kalau yang masuk kotor, nanti muncul dari bawah sadar kata-kata yang kotor-kotor," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ibadah dan berpikir dapat memengaruhi warna aktivitas otak.

"Kalau orang sedang berpikir damai, warnanya biru. Tapi kalau banyak mikir soal LPJ atau medsos, bisa merah terus. Jangan-jangan saya pas jadi menteri otak saya merah terus, bisa dibentuk," ucap Abdul Mu'ti.

Baca juga: Hadiri Karangmalang Education Forum Oleh UNY, Abdul Mu'ti Tekankan Akademisi Pakai Tiga Pilar Ini Hadapi Ancaman AI

Ia menekankan bahwa AI memiliki potensi positif jika dimanfaatkan dengan benar, salah satunya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.

"Contohnya di Australia, pendidikan jarak jauh bisa menjangkau masyarakat Aborigin yang tinggal di daerah terpencil," sebutnya.

Namun, ia mengingatkan soal etika penggunaan AI, terutama terkait manipulasi foto dan video.

"Hati-hati, nanti bisa diolah AI, diberi narasi sedemikian rupa sehingga orang yang tidak kritis menganggap itu benar. Wajah saya bisa dibuat seperti umur 25 tahun, di samping ada perempuan cantik, digerakkan seakan bermesraan padahal tidak," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cerita Abdul Mu'ti Namanya Pernah Jadi Framing Medsos :"Pentingnya Etika Pemanfaatan Teknologi"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!