Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memetakan sedikitnya 54 kalurahan di 15 kapanewon yang berpotensi terdampak banjir laharakibat hujan yang turun di kawasan Gunung Merapi. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi terdampak apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur puncak Merapi.
“Gunung Merapi, terutama yang berbeda dengan awan panasnya, nah ini untuk yang potensi banjir lahar dari hujan, dari Gunung Merapi. Ini juga kami petakan, kurang lebih ada sekitar 54 kalurahan di 15 kapanewon yang kalau ini terjadi itu nanti akan berdampak,” ujar Haris, Kamis (16/10/2025).
Selain potensi banjir lahar, BPBD Sleman juga memetakan risiko cuaca ekstrim di sejumlah wilayah. Menurut Haris, potensi angin kencang dan angin puting beliung dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Sleman, terutama di kawasan padat penduduk.
"Wilayah ekstrem ini lebih berada pada angin benang-benang juga, ini hampir di seluruh wilayah Kampargan. Fokusnya ada di 44 kalurahan risiko tinggi, ini yang padat berduduknya. Itu juga sudah kami petakan,” jelasnya.
Sehingga, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk memantau perkembangan kondisi Gunung Merapi dan pola musim hujan yang diperkirakan mulai meningkat pada akhir Oktober hingga tiga bulan pertama ke depan.
“Ke depan ini antara bulan Oktober akhir, kemudian nanti tiga bulan pertama dari mulai Oktober, ini menjadi acuan kami. Mudah-mudahan nanti dari BPPTKG memberikan informasi yang akan lebih detail lagi untuk panjangnya musim hujan ke depan. Mudah-mudahan tidak terlalu ekstrem,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrim, BPBD Sleman Bentuk KALTARA dan SPAB
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sleman mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
"Mudah-mudahan tidak terlalu ekstrim. Namun, memang kami waspadai memang adanya banjir, kemudian tanah rongsor, angin bencang, kemudian sampai ke puting beliung," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan