Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 12:50 WIB

Kata Menhut Raja Juli Soal Bayi Tabung dan Bio Bank Jadi Solusi Cegah Kepunahan Badak Jawa

Kata Menhut Raja Juli Soal Bayi Tabung dan Bio Bank Jadi Solusi Cegah Kepunahan Badak JawaMenteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, saat ditemui awak media usai menghadiri Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-62, di Auditorium Fakultas Kehutanan, Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Kehutanan (Menhut) Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan dalam menjaga keanekaragaman hayati, khususnya pelestarian badak Jawa yang terancam punah. Hal ini disampaikan usai menghadiri Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-62, di Auditorium Fakultas Kehutanan, Yogyakarta.

Menurut Raja Juli, badak Jawa merupakan salah satu fauna langka yang habitatnya kian terancam, terutama oleh bencana alam seperti letusan Gunung Krakatau yang berpotensi menimbulkan bahaya besar bagi keberlangsungan hidup satwa tersebut.

"Badak Jawa itu salah satu yang langka ya, dan habitatnya memang terancam juga. Misalkan kalau ada Naudzubillah Gunung Krakatau apalagi dekat Lampung meletus, itu akan ada bahaya gitu, bahaya yang luar biasa mengancam fauna," ujar Raja Juli dihadapan awak media.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogya Hadiri FGD Penyelesaian Sengketa Aset Negara Secara Damai Bersama Komnas HAM

Salah satu upaya yang tengah dikembangkan mencegah kepunahan itu, kata dia, yakni melalui teknologi Assisted Reproductive Technology (ART) atau bayi tabung serta penyimpanan material genetik di Biobank. Menurutnya, teknologi Biobank memungkinkan pemerintah menyimpan dan mempelajari genetik Badak Jawa, termasuk sperma dan ovum, agar dapat digunakan dalam proses reproduksi buatan.

Dengan biobank dan Assertive Reproductive Technology (ART), kita bisa mempelajari genetik badak Jawa, termasuk menyimpan sperma dan ovumnya dalam biobank. Nantinya, dengan teknologi ART, badak bisa dikawinkan secara 'bayi tabung," terangnya.

Selain itu, Raja Juli juga menyampaikan upaya translokasi badak Jawa yang sedang dijalankan bekerja sama dengan TNI.

Sekarang lagi proses translokasi kerjasama dengan TNI untuk secara alami digiring, dipindahkan ke tempat yang aman yaitu satu pasang badak - jantan dan betina - bersama bayi. Nanti kita pelajari secara baik-baik. Tempat aman itu tetap di kawasan Ujung Kulon, namun di wilayah yang terpisah dari populasi saat ini," ungkapnya.

Baca juga: Ditemui Usai Dies Natalis Kehutanan UGM, Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 untuk Presiden Prabowo: Semoga Diberi Kekuatan Jalankan Tugas Besar

Kendati begitu, ia menegaskan bahwa ekosistem Ujung Kulon tetap dijaga sebagai habitat alami badak Jawa, sementara upaya pembiakan alami dan teknologi modern berjalan bersamaan.

"Jadi nanti insyaAllah, selain yang natural, habitatnya diperbaiki sehingga jumlah badaknya semakin banyak melalui proses alami, tapi juga bisa melalui bayi tabung ini,” pungkas Raja Juli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kata Menhut Raja Juli Soal Bayi Tabung dan Bio Bank Jadi Solusi Cegah Kepunahan Badak Jawa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!