Kamis, 23 JULI 2026 • 17:35 WIB

Terungkap Fakta Baru Keracunan Massal MBG Kulon Progo: Ayam Dibiarkan di Suhu Bahaya 2 Jam Sebelum Disajikan Hingga Bangunan Bermasalah

Author

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat meninjau SPPG yang diduga jadi pemicu keracunan massal, pada Rabu (29/10/2025). (Istimewa)

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo membongkar sejumlah fakta mengejutkan di balik kasus dugaan keracunan massal lauk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 105 korban. Investigasi lapangan dan rekaman CCTV menunjukkan adanya kelalaian fatal pada prosedur pengolahan, sanitasi, hingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.

Mepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih, mengungkapkan bahwa pengolahan makanan di SPPG Karangwuni memiliki banyak titik rawan kontaminasi. Selain tahapan memasak yang terlalu panjang, sanitasi peralatan makan dan masak di lokasi tersebut dinilai jauh dari standar.

"Pemasakan melalui banyak tahapan yang meningkatkan potensi kontaminasi dan sanitasi perawatan tidak optimal. Jadi untuk pembersihan, pencucian itu kan harusnya dengan air panas dan sebagainya," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Selain itu, juga ditemukan pada proses pendinginan lauk ayam. Makanan dibiarkan mengendap di suhu ruangan hingga masuk ke dalam zona suhu berbahaya yang memicu pembiakan bakteri.

"Kemudian pendinginan makanan dilakukan di ruang masak selama kurang lebih 2 jam. Sebelum pembersihan, beresiko pada zona suhu bahaya. Jadi 5-60 derajat itu cukup lama untuk 2 jam," jelasnya.

Padahal, daging ayam merupakan komoditas bahan pangan rentan.

"Kemudian untuk ayam itu merupakan bahan pangan beresiko tinggi terhadap kontaminasi bakteri seperti salmonela atau kostridium," tegas Susilaningsih.

Pelanggaran APD Terlacak CCTV

Temuan lain yang cukup mengelus dada yakni kondisi fisik bangunan SPPG Karangwuni. Meski tempat pengolahan ini sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kenyataan di lapangan justru memperlihatkan kondisi fisik bangunan yang berlubang.

"Dan juga sedikit kondisi bangunan itu tidak rapat sehingga ada serangga yang bisa masuk. Waktu itu sudah di-KL dan sebagainya," kata Susilaningsih.

Dinkes Kulon Progo semakin menguatkan indikasi kelalaian setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di area pengolahan. Terlihat jelas petugas dapur mengabaikan SOP APD saat menangani makanan.

"Kemudian ini yang disayangkan mungkin kondisi lingkungan pada saat itu proses penyimpanan tidak memakai APD. Terungkap dari CCTV, kita minta CCTV," ungkapnya.

Baca juga: Imbas Dugaan Keracunan Massal Acara Pamitan Haji di Mlati Sleman, Warga Minta Pihak Catering diberi Hukuman 10 Tahun

Meski investigasi telah mengarah pada kelalaian pengolahan dapur, Dinkes masih menunggu konfirmasi resmi melalui uji laboratorium. Namun, proses pengujian sempat terhambat karena sampel penjamin mutu makanan yang disisihkan oleh pihak pengelola sangat sedikit dan jauh dari standar satu porsi.

"Kita juga untuk memastikan masih mengirimkan sampel makanan, tetapi memang sayangnya sampel makanan yang disiapkan di freezer itu dari segi jumlahnya kurang. Jadi nanti juga masih menunggu apakah sampel ini bisa, artinya hasilnya bisa optimal untuk lab. Kita juga masih menunggu semua kan masih berdasarkan hasil investigasi dugaan dan kemungkinan-kemungkinan. Untuk pastinya tentu kita seperti biasa menunggu hasil pemeriksaan laporan," terangnya.

Lanjut Susilaningsih pun menyayangkan minimnya porsi sampel yang disisihkan dapur pengelola, padahal edukasi penyimpanan sampel aman selalu diberikan.

"Ya, sebetulnya sudah diberikan edukasi kalau menyimpan itu kan satu porsi. Tapi memang dari foto yang dikirimkan oleh tim kepada kami itu cukup dikit-dikit. Ya itu sudah disimpan, sudah diambilin tapi sedikit-sedikit. Jadi satu porsi itu lah sauprit ya," bebernya.

Mengenai penindakan dan pertanggungjawaban pihak pengelola SPPG Karangwuni, Dinkes telah melayangkan teguran langsung di lapangan dan berencana memanggil koordinator terkait setelah hasil lab keluar.

"Belum, nanti kan juga menunggu hasil tapi pas kunjungan lapangan kan sudah secara langsung. Tetapi untuk konfirmasi dan sebagainya nanti kita biasanya mengundang kemudian juga dengan koordinator," pungkas Susilaningsih.

Baca juga: Sultan HB X dan Dinkes Angkat Bicara Buntut Puluhan Siswa Hingga Ibu Hamil di Kulon Progo diduga Keracunan MBG

Sebelumnya, berdasarkan data terkini Dinkes Kulon Progo, total korban terdampak keracunan ini mencapai 105 orang, terdiri dari 98 siswa, 4 tenaga kependidikan (tendik), 1 ibu hamil, dan 2 ibu menyusui dengan keluhan utama mual, muntah, pusing, hingga diare. Adapun bahan baku ayam sejatinya diterima pihak SPPG pada Minggu (19/7/2026) malam dalam kondisi segar, lalu dimarinasi dan dimasak mulai Senin (20/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU