Siapkan 1.452 Komputer, 15 Ribu Lebih Peserta Ikut UTBK SNBT di Kampus UGM Mulai Hari Ini Hingga 27 April
JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026. Sebanyak 15.789 peserta dijadwalkan akan mengikuti ujian yang tersebar di 14 titik lokasi di lingkungan kampus UGM mulai hari ini 21 hingga 27 April mendatang.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan skema dual ISP dengan menggandeng Telkom dan Indosat demi menjamin koneksi internet yang tak terputus.
"Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung," ujar Ridi, Minggu (19/4/2026).
Kecepatan jaringan yang disiapkan tidak main-main, yakni berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Stabilitas ini didukung oleh jaringan fiber optik jalur ganda yang menghubungkan pusat data ke seluruh lokasi ujian.
"Dengan jalur ganda ini, distribusi jaringan bisa tetap stabil meski terjadi gangguan di salah satu sisi," katanya.
Baca juga: Polisi Kejar Pencuri 7 Bilah Demung Gamelan FIB UGM, Kerugian 10 Juta
Penambahan Unit Komputer dan Server
Dibandingkan tahun lalu, UGM menambah jumlah perangkat komputer secara signifikan. Tahun ini tersedia 1.452 unit komputer yang tersebar di 44 ruang ujian, meningkat 80 unit dari pelaksanaan tahun 2025.
Prof. Ridi memastikan seluruh perangkat telah memenuhi standar nasional.
"Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini," ungkapnya.
Dari sisi backend, empat unit server telah disiapkan dengan mekanisme failover. Artinya, jika satu server bermasalah, beban kerja akan dialihkan secara otomatis tanpa menghentikan jalannya ujian.
"Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian," tutur Ridi.
Keamanan Ketat: OS Khusus Linux dan Lokasi Acak
Salah satu terobosan penting pada UTBK 2026 adalah penggunaan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB. Sistem ini menutup celah kecurangan berbasis perangkat lunak jarak jauh (remote software).
"Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar," tegas Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak tersebut.
Terkait teknis pengawasan, para petugas telah dibekali kemampuan untuk mengenali pola kecurangan canggih.
"Kami membekali petugas agar sigap mengenali potensi kecurangan dan bisa merespons dengan tepat di lapangan," kata Ridi.
Selain itu, mekanisme penentuan lokasi ujian tahun ini mengalami perubahan kebijakan dari panitia pusat. Peserta kini hanya memilih kota, sementara pusat UTBK (seperti UGM, UNY, atau UPN) ditentukan secara acak oleh sistem untuk meminimalisir kecurangan terorganisir.
Baca juga: Keseruan Ribuan Pelari Warnai Fun Run "Smile to Smile" FKG UGM Dies Natalis ke-78
Selain persiapan internal, UGM juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menjamin pasokan listrik tetap stabil selama sepekan pelaksanaan ujian.
"Dengan sistem penempatan yang lebih terkontrol, kami ingin memastikan proses seleksi berjalan adil bagi semua peserta," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail