Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 APRIL 2026 • 12:35 WIB

Kisah Haru Vania, Pelajar SMP Asal Bantul Jadi Haji Termuda di DIY

Kisah Haru Vania, Pelajar SMP Asal Bantul Jadi Haji Termuda di DIYPotret Vania Ullaya, haji termuda di DIY tahun ini. (Istimewa)

JOGJA - Sebuah kisah penuh haru sekaligus keberkahan datang dari Dusun Krajan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul. Vania Ulayya, seorang siswi kelas VIII SMP IT Assalam Sanden, dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini sebagai salah satu jemaah haji termuda di usianya yang baru menginjak 14 tahun.

Vania berangkat untuk menggantikan porsi sang ayah yang telah tiada. Keberangkatannya ini menjadi kado indah di tengah duka mendalam setelah sang ayah berpulang pada awal Ramadan lalu.

Harni Dwi Hastuti (44), ibunda Vania mengatakan bahwa awalnya, keluarga sempat mengira keberangkatan Vania harus menunggu hingga ia berusia 18 tahun. Namun, adanya regulasi baru mengenai batas usia minimal jemaah haji membawa titik terang.

"Ini karena pelimpahan dari bapaknya, kemarin sakit gagal ginjal kan cuci darah. Kalau cuci darah itu sudah nggak boleh ikut haji gitu. Terus disuruh ngurus untuk pelimpahan ke Ananda, terus saya urus boleh tapi nunggu nanti usianya 18 tahun," ujar Harni dikediamannya belum lama ini.

Harni pun menyebut, keberangkatan ini menjadi momen emosional bagi keluarga. Di balik rasa kehilangan sosok ayah yang mendaftar haji sejak 2012 lalu, ada senyum syukur karena niat suci sang ayah kini diteruskan oleh putri tercintanya.

"Bapak kemarin meninggal pas awal Ramadan kemarin. Jadi ya kehilangan bapak tapi dapat hadiah untuk haji InsyaAllah," ucapnya.

Harni merinci, pada akhir November ketika pihak Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberikan kabar terbaru.

"Ternyata akhir November itu ditelepon lagi sama PHU kalau haji itu sekarang ada aturan baru. Kalau haji 13 tahun boleh berangkat gitu. Terus ya sudah terus kita ngurus segala sesuatunya Alhamdulillah bisa, deal bisa berangkat insya Allah tahun ini," kata Harni.

Baca juga: 354 Jemaah Haji Kloter 1 Masuk Embarkasi DIY Hari Ini, Langsung Terima Kartu Nusuk dan Living Cost 750 Riyal

Dampingi Anak, dipercepat 9 Tahun

Keberangkatan Vania juga membawa berkah bagi Harni. Sebagai ibu, ia bisa berangkat lebih awal sebagai pendamping mahram. Seharusnya, Harni baru dijadwalkan berangkat pada tahun 2034 mendatang.

"Seharusnya saya berangkat tahun 2034, tapi karena ditarik ini sebagai mahrom ini saya maju 8 tahun atau 9 tahun Alhamdulillah. Karena pendampingan mahrom itu minimal sudah daftar haji 5 tahun, tapi kan saya alhamdulillah daftarnya dari 2015 jadi bisa langsung mendampingi," jelasnya.

Meski persiapan terasa mepet, termasuk urusan paspor dan cek kesehatan yang dilakukan di akhir waktu, keluarga bersyukur semua proses pelunasan berjalan lancar.

"Alhamdulillah nyandak (sampai/cukup) untuk waktu pelunasan. Ya Alhamdulillah ini sudah mulai manasik 4-5 kalinan walaupun terlambat dari yang lain-lain," tutur Harni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Haru Vania, Pelajar SMP Asal Bantul Jadi Haji Termuda di DIY

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!