Selasa, 14 APRIL 2026 • 21:25 WIB

Gandeng Pramuka, Tim Akademisi UMY Inisiasi Edukasi Keselamatan Jalan Raya

Author

Sosialisasi program edukasi keselamatan jalan raya berbasis kepramukaan oleh UMY dan Kwarda DIYM (Istimewa)

JOGJA - Angka kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menjadi perhatian serius. Sebagai langkah preventif, tim akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkolaborasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY meluncurkan program edukasi keselamatan jalan raya berbasis kepramukaan.

Program ini mengintegrasikan materi tertib lalu lintas ke dalam metode pendidikan Pramuka yang terstruktur, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, hingga Penegak. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menanamkan etika berkendara sesuai dengan jenjang usia secara berkesinambungan.

Ketua tim pengabdian UMY, Tony K. Hariadi, mengungkapkan bahwa perilaku pengguna jalan menjadi faktor dominan dalam tingginya angka kecelakaan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pada konsep defensive driving untuk membentuk karakter berkendara yang aman.

"Melalui pendekatan kepramukaan yang menekankan learning by doing, peserta tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Hal ini penting untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan,"ujar Tony, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (11/4) ini melibatkan 25 anggota Pramuka melalui sosialisasi interaktif dan praktik lapangan. Hasilnya pun cukup impresif; berdasarkan pre-test dan post-test, terjadi kenaikan skor pengetahuan peserta lebih dari 20 persen.

Baca juga: MedKom UMY Kecam Pemblokiran Magdalene

Selain itu, program ini juga mulai menunjukkan perubahan perilaku di lapangan, seperti meningkatnya kesadaran menggunakan helm standar dan kepatuhan terhadap rambu-rambu di jalan raya.

Ia menyebut, target jangka panjang dari program ini adalah menciptakan multiplier effect. Para anggota Pramuka yang telah teredukasi diharapkan mampu menjadi agen perubahan (pelopor) yang menyebarkan kesadaran keselamatan lalu lintas di lingkup terkecil, mulai dari keluarga hingga sekolah.

"Ke depan, tim pengabdian UMY berencana memperluas jangkauan model edukasi ini," tandasnya.

Baca juga: Penjelasan Psikolog UMY Sebut Pembatasan Media Sosial Anak Tanpa Edukasi Bisa Jadi “Bom Waktu”

Pihak Kwarda DIY pun menyambut positif inisiatif ini. Menurut mereka, disiplin di jalan raya sangat relevan dengan pilar pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di kepramukaan.

"Kami melihat kegiatan ini sangat relevan dan berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam program rutin Pramuka sebagai bagian dari pendidikan karakter," ungkap perwakilan Kwarda Gerakan Pramuka DIY.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU