Ditunda Lagi, Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon diperkirakan Tiba Paling Lambat Sabtu 4 April, diberi Penghormartan di Bandara Soetta
JOGJA - Jenazah Praka Farizal Rhomadhon yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon diperkirakan tiba di Indonesia pada Jumat atau Sabtu mendatang. Berdasarkan pantauan dirumah duka di wilayah Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, hingga Kamis 2 April 2026 siang ini rumah duka terus berdatangan para pelayat dan karangan bunga salah satu karangan bunga dari Mensegneg Prasetyo Hadi.
Hal ini diungkapkan Komandan Brigif 25 Siwah, Kodam Iskandar Muda Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menjelaskan bahwa proses repatriasi jenazah masih berlangsung dan mengikuti mekanisme dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Jadi informasi yang kita dapatkan dari satgas di UNIFIL Lebanon, hari ini sudah selesai dilaksanakan proses di headquarters di Lebanon. Besok rencananya akan dibawa ke Beirut, ibu kota Lebanon, untuk proses akhir di rumah sakit utama di sana," ujarnya usai acara tahlilan di rumah duka almarhum Praka Farizal, pada Rabu (2/4/2026) malam.
Ia menyampaikan, setelah proses akhir selesai, jenazah akan disiagakan untuk menunggu jadwal pemberangkatan ke Indonesia.
"Setelah itu akan di-standby-kan untuk menunggu pemberangkatan ke Indonesia," katanya.
Rencana awal, jenazah akan diberangkatkan dari Beirut menuju Istanbul, Turki, sebelum diterbangkan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
"Nanti direncanakan hari Kamis dari Beirut bergerak ke Turki, Istanbul, kemudian dari Turki jenazah akan satu direct flight ke Soekarno-Hatta," jelasnya.
Setibanya di Jakarta, Dimar menyebut aakan dilakukan prosesi penghormatan kenegaraan sebelum jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.
"Di Soekarno-Hatta nanti direncanakan ada prosesi penghormatan kenegaraan di Jakarta, setelah itu baru penerbangan ke Jogja," jelasnya.
Baca juga: Jenazah Praka Fahrizal Dipulangkan 1 April, Pemkab Kulon Progo Janji Tanggung Jawab Pulangkan
Namun demikian, ia menegaskan bahwa jadwal tersebut masih bersifat dinamis mengingat situasi konflik di wilayah misi.
"Ini cukup dinamis karena situasinya daerah konflik, jadi ini baru rencana. Tetapi gambarannya sudah jelas seperti yang saya sampaikan," ungkapnya.
Ia pun memperkirakan, jika keberangkatan dari Lebanon sesuai rencana pada Kamis pagi waktu setempat, maka jenazah dapat tiba di Indonesia pada keesokan harinya.
"Kalau berangkat pagi dari sana, mudah-mudahan hari Jumat sudah sampai di Indonesia, atau paling lambat Sabtu," tuturnya.
Selain Praka Farizal, dua jenazah lainnya juga akan dipulangkan dalam satu penerbangan yang sama.
"Jadi, tiga jenazah itu nanti satu pesawat, dari Beirut ke Turki, lalu bersama-sama diberangkatkan ke Indonesia. Setelah prosesi di Jakarta, baru dikirim ke alamat masing-masing," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa repatriasi merupakan proses pengembalian personel dari daerah misi ke negara asal dengan prosedur ketat dari PBB.
"Repatriasi itu adalah proses pengembalian pasukan dari daerah misi ke negara pengirim. Tahapannya ada standar mekanisme dari UN, termasuk kelengkapan dokumen dan pemeriksaan material," ujarnya.
Menurutnya, PBB juga tengah melakukan investigasi terkait insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit tersebut.
"Pihak UN melakukan investigasi untuk memastikan kejadian ini, bagaimana skenarionya, rekonstruksinya, sehingga ke depan ada perbaikan dalam pelaksanaan misi," terang Dimar.
Lanjut Dimar menyoroti kondisi keamanan di wilayah tersebut yang masih berisiko tinggi.
"Karena situasi konflik, masih banyak tembakan lintas darat maupun artileri, termasuk aktivitas pesawat tempur. Sehingga pengaturan penerbangan harus dikoordinasikan dengan pihak terkait," pungkasnya.
Hingga kini, keluarga almarhum Praka Farizal masih menanti kepulangan jenazah, dengan para pelayat yang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung